PENATIMES – Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bulukumba Ilham Ashari ikut menolak penghentian operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menilai kebijakan penutupan dapur MBG berpotensi menimbulkan dampak terhadap masyarakat yang selama ini terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.
Ilham menjelaskan program pemenuhan gizi tersebut sebelumnya melibatkan banyak pihak mulai dari relawan, pelajar penerima manfaat, hingga pelaku usaha lokal yang menjadi pemasok bahan pangan.
Ia menyebut terdapat puluhan relawan yang bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta ribuan siswa yang selama ini menerima manfaat dari program MBG.
Menurutnya penghentian kegiatan dapur tersebut membuat para relawan harus menghentikan aktivitas kerja mereka untuk sementara waktu.
Kondisi tersebut juga berdampak pada pelaku usaha yang selama ini menyediakan berbagai bahan kebutuhan dapur MBG.
Penutupan Dapur MBG Dinilai Berpengaruh pada Ekonomi Lokal
Ilham menilai program MBG sebelumnya turut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha kecil dalam penyediaan bahan pangan.
Beberapa pelaku usaha yang menyediakan bahan makanan serta produk olahan disebut ikut terdampak setelah kegiatan dapur tidak lagi berjalan.
Ia menambahkan perputaran ekonomi di tingkat lokal berpotensi melambat karena berkurangnya aktivitas yang sebelumnya muncul dari program tersebut.
Ilham juga menyoroti kondisi para relawan yang harus berhenti bekerja di tengah bulan Ramadan ketika kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat.
Ia berharap Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Pemerintah Kabupaten Bulukumba dapat mencari langkah penyelesaian agar program tersebut dapat kembali berjalan.
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat empat dapur MBG di Kabupaten Bulukumba yang saat ini tidak lagi beroperasi.
Kondisi tersebut membuat ratusan relawan yang sebelumnya terlibat dalam operasional dapur harus dirumahkan sementara.
Sejumlah pekerja dapur mengaku berharap kegiatan tersebut dapat kembali dibuka karena selama ini menjadi sumber penghasilan utama untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka. ***






