DAERAH  

HMI Bulukumba: Penutupan MBG Rugikan Siswa, UMKM hingga Petani

Avatar photo
Guru membagikan MBG kepada anak-anak TK di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Foto PENA Times/dok
Guru membagikan MBG kepada anak-anak TK di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Foto PENA Times/dok

PENATIMES – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bulukumba angkat bicara terkait penutupan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Penutupan dapur program tersebut disebut tidak hanya menghentikan aktivitas penyediaan makanan, tetapi juga mempengaruhi sejumlah pihak yang selama ini terlibat dalam operasionalnya.

Sekretaris Umum HMI Cabang Bulukumba Isranda Lattol menyampaikan bahwa dampak kebijakan tersebut dirasakan langsung penerima manfaat.

“Ketika dapur MBG ditutup, maka para siswa tidak lagi mendapatkan hak mereka untuk memperoleh makanan bergizi dari program tersebut. Ini tentu menjadi persoalan serius yang harus segera dicarikan solusi,” lanjutnya.

Baca Juga:  Mengenal Andi Misbawati Wawo, Pemilik Paduppa Resort Bulukumba

HMI melihat dampak kebijakan tersebut terhadap para siswa yang sebelumnya menjadi penerima manfaat dari program makan bergizi gratis.

Menurut Isranda, penghentian operasional dapur MBG berpotensi membuat para siswa tidak lagi memperoleh asupan makanan bergizi dari program tersebut.

Dampaknya juga dirasakan relawan, karyawan dapur, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga petani sayur yang menjadi pemasok bahan makanan.

Baca Juga:  Sambut Libur Idul Fitri, Bulukumba Antisipasi Lonjakan Wisatawan

Kondisi tersebut dinilai menjadi persoalan yang perlu segera mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah.

Kebijakan Penutupan Dapur Juga Perlu Dievaluasi

HMI Cabang Bulukumba kemudian mendesak pihak terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan penutupan dapur MBG.

Setiap kebijakan publik perlu mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi yang muncul di tengah masyarakat.

Isranda menegaskan pemerintah diharapkan tidak hanya mengambil keputusan administratif, tetapi juga mempertimbangkan kondisi masyarakat kecil yang terdampak secara langsung.

Baca Juga:  Koramil Bontotiro Bulukumba Bagi Takjil kepada Masyarakat

Ia juga berharap pemerintah daerah perlu memberikan perhatian serius terhadap kondisi masyarakat yang terdampak akibat penghentian operasional dapur MBG tersebut.

“Pemerintah daerah harus memikirkan nasib para relawan, karyawan dapur, pelaku UMKM di sekitar dapur, hingga para petani sayur yang selama ini menjadi pemasok bahan makanan karena banyak orang kehilangan penghasilan ketika dapur MBG ditutup,” ujar Isranda Lattol. ***