Evaluasi MBG 2026: Rp79 Triliun Sisa Pagu Diperketat, Ribuan Sekolah Dieliminasi

Avatar photo
Foto Ilustrasi: Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono memaparkan laporan realisasi anggaran Makan Bergizi Gratis 2026 saat rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI./Badan Gizi Nasional/

PenaTimes, Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat realisasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun Anggaran 2026 telah menyentuh Rp139,77 triliun atau 63,89 persen dari total pagu yang disediakan sebesar Rp218,77 triliun per 16 September 2026. Di tengah penyerapan anggaran tersebut, BGN mengeliminasi 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima guna penajaman sasaran program.

Kepala BGN, Sudaryono, menyampaikan pemangkasan daftar sekolah penerima tersebut dilakukan bersamaan dengan proses pembenahan tata kelola dan penguatan kesiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini berimplikasi pada pencapaian target penerima manfaat yang baru terealisasi 76,45 persen, atau setara 56,99 juta jiwa dari target awal sebesar 74,56 juta jiwa per 31 Agustus 2026.

Baca Juga:  Kemendagri Raih Anugerah Statistik 2026 Berkat Integrasi Data IPH

“Refocusing ini kami lakukan agar program semakin tepat sasaran. Selisih terhadap target penerima manfaat bukan berarti program berhenti, melainkan bagian dari pembenahan agar ekspansi MBG berjalan lebih aman, akuntabel, dan berkelanjutan,” kata Sudaryono dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Penyesuaian Pagu dan Rincian Belanja BGN

Sebelumnya, BGN mengalami efisiensi anggaran secara menyeluruh. Pagu awal BGN sebesar Rp268 triliun dipangkas menjadi Rp229,75 triliun, yang terdiri atas alokasi Program Pemenuhan Gizi Nasional Rp221,30 triliun dan Dukungan Manajemen Rp8,45 triliun.

Baca Juga:  Harga Emas Antam 23 September 2026 Tembus Rp2,63 Juta per Gram

Dari porsi Program Pemenuhan Gizi Nasional, sebesar Rp218,77 triliun (98,86 persen) dialokasikan khusus untuk operasional MBG, sedangkan sisanya Rp2,53 triliun difungsikan bagi kegiatan teknis non-MBG.

Komponen Anggaran Pagu Awal Pagu Setelah Penajaman Realisasi per 16 Sept 2026 Persentase
Program MBG Rp248,29 Triliun Rp218,77 Triliun Rp139,77 Triliun 63,89%
Dukungan Manajemen Rp12,17 Triliun Rp8,45 Triliun Rp5,13 Triliun 60,71%
Total Anggaran BGN Rp268,00 Triliun Rp229,75 Triliun Rp143,04 Triliun 63,83%

Secara keseluruhan, akumulasi penyerapan anggaran BGN mencapai Rp143,04 triliun (63,83 persen). Berdasarkan jenis belanja, alokasi Belanja Modal mencatatkan persentase tertinggi sebesar 71,03 persen, disusul Belanja Pegawai 64,33 persen, dan Belanja Barang 63,82 persen.

Baca Juga:  Kemenperin Pacu TKDN Manufaktur Demi Pasar Domestik

Fokus Penyaluran Sisa Anggaran Rp79 Triliun

Dengan menyisakan alokasi anggaran MBG sebesar Rp79 triliun hingga akhir TA 2026, BGN mengarahkan redistribusi bantuan ke wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) serta daerah yang membutuhkan intervensi gizi tinggi.

Penyaluran sisa anggaran ini akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur layanan di tiap daerah. Perluasan cakupan penerima manfaat diproyeksikan berlanjut secara bertahap setelah evaluasi teknis SPPG selesai dilakukan.**