Dubes Palestina: Indonesia Tak Biarkan Kami Berjuang Sendiri

Avatar photo
Foto Ilustrasi: Duta Besar Palestina Abdalfatah Alsattari memeluk Presiden Prabowo Subianto usai penyerahan keffiyeh di Gontor/BPMI Setpres/

PENATIMES, PONOROGO – Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah A.K. Alsattari menegaskan bahwa dukungan pemerintah dan rakyat Indonesia terhadap kedaulatan Palestina merupakan komitmen politik luar negeri yang kuat dan konsisten. Pernyataan tersebut disampaikan usai menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

Dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina berakar dari mandat Pembukaan UUD 1945 tentang penghapusan penjajahan di atas dunia. Konsistensi ini diwujudkan melalui diplomasi aktif di forum internasional seperti PBB dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), serta pengiriman bantuan kemanusiaan secara berkelanjutan ke Gaza dan Tepi Barat.

Baca Juga:  Dikalungi Keffiyeh Dubes Palestina, Prabowo Pekikkan 'Free Palestine' di Harlah Seabad Gontor

Pengakuan Diplomatik atas Konsistensi Indonesia

Abdalfatah, yang mengemban tugas diplomatik di Jakarta sejak delapan bulan lalu, menilai pesan penegakan keadilan bagi Palestina selalu bergema dalam orasi kepemimpinan nasional Indonesia.

“Sejak saya tiba di Indonesia, selama delapan bulan, saya mulai merasakan dukungan yang sangat besar untuk Palestina. Dan ini bukan pertama kalinya Presiden menyampaikan tentang situasi di Palestina. Dalam berbagai pidatonya, dan juga para pemimpin Indonesia, mereka berbicara tentang Palestina,” ujar Abdalfatah.

Sikap politik tersebut kembali mengemuka sewaktu Presiden Prabowo Subianto menyuarakan dukungan bagi Palestina di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) PMDG di hadapan ribuan santri dan tamu undangan.

Baca Juga:  Dikalungi Keffiyeh Dubes Palestina, Prabowo Pekikkan 'Free Palestine' di Harlah Seabad Gontor

Simbolisasi Keffiyeh dan Harapan Dukungan Luas

Merujuk pada aksi penyerahan selendang keffiyeh di atas mimbar acara, Abdalfatah menjelaskan bahwa pemberian kain bercorak tradisional tersebut merupakan ungkapan terima kasih berbobot historis atas solidaritas Indonesia.

“Saya merasa sangat bahagia ketika melihat beliau hadir, dan saya memutuskan untuk memberikan kefiyyeh Palestina kepada beliau, untuk berterima kasih kepada beliau,” tuturnya.

Ia menambahkan, momen emosional saat berpelukan dengan Kepala Negara memberi pesan moral bagi warga di wilayah konflik bahwa perjuangan mereka didampingi oleh bangsa Indonesia.

“Saya mungkin menangis setelah itu karena ketika saya memeluk beliau, saya merasa bahwa kami tidak sendirian. Indonesia berdiri bersama Palestina dan rakyat saya tidak sendirian di Gaza dan Tepi Barat,” kata Abdalfatah.

Menutup pernyataannya di kawasan pesantren tersebut, Abdalfatah mengapresiasi peran elemen akademisi, media, dan santri Indonesia, sembari meminta dukungan spiritual berkelanjutan bagi perjuangan kemerdekaan negaranya.**