PENATIMES, BULUKUMBA — SDN 44 Dampang di Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, mengimplementasikan sistem pemantauan harian berbasis instrumen terukur melalui program “HEBAT 7 BERAKSI” untuk menginternalisasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Langkah ini diambil guna mengatasi kelemahan umum program pendidikan karakter yang sering berhenti pada tahap sosialisasi seremonial tanpa mekanisme evaluasi perubahan perilaku. Kajian Kemendikdasmen menunjukkan bahwa pembentukan karakter anak usia sekolah dasar memerlukan pengulangan terstruktur sekurang-kurangnya 21 hingga 90 hari berturut-turut agar menjadi habituasi permanen.
Mekanisme Pemantauan Terpadu Sekolah dan Rumah
Pelaksanaan HEBAT 7 BERAKSI tidak merubah tujuh instrumen utama kebijakan nasional—yang mencakup bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur tepat waktu. Inovasi ini fokus pada penyediaan ekosistem pendukung berbasis data.
Sekolah melengkapi setiap peserta didik dengan Paspor Anak Hebat dan jurnal pembiasaan harian. Sistem ini diintegrasikan dengan kartu monitoring guru, lembar keterlibatan orang tua, rubrik penilaian perilaku, serta lembar rekapitulasi perkembangan siswa secara berkala.
Melalui perangkat tersebut, guru berfokus pada pendampingan dan pencatatan, sementara orang tua memverifikasi aktivitas siswa saat berada di lingkungan rumah.
Penerjemahan Kebijakan Nasional Kemendikdasmen
Kepala SDN 44 Dampang, Suarfan, menyatakan bahwa gagasan ini berawal dari kebutuhan praktis agar program kementerian dapat diterapkan secara efisien di tingkat satuan pendidikan.
“Kami tidak menciptakan tujuh kebiasaan baru karena tujuh kebiasaan itu adalah gerakan nasional. Yang kami lakukan adalah mencari cara agar kebiasaan tersebut benar-benar hidup dalam keseharian anak di sekolah dan di rumah,” ujar Suarfan.
Indikator keberhasilan program ini diukur dari perubahan perilaku objektif siswa, meliputi peningkatan kedisiplinan, tingkat kehadiran, keaktifan belajar, serta partisipasi dalam kegiatan sosial di lingkungan sekolah.*






