PenaTIMES.com – Sosok bernama lengkap Syahwan Ma’arif ini lebih akrab disapa Om Syahwan di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Namanya belakangan cukup sering diperbincangkan karena kepeduliannya dalam aksi sosial saat terjadi kebakaran di Kelurahan Terang-Terang, Kabupaten Bulukumba.
Melalui komunitas yang dipimpinnya, Asosiasi Mitra MBG Bulukumba, ia bersama para relawan mendirikan dapur umum untuk membantu kebutuhan makanan para korban serta petugas di lokasi bencana.
Pria yang dikenal ramah ini juga dipercaya memimpin Ikatan Alumni (IKA) SMP Negeri 1 Bulukumba setelah terpilih pada tahun 2026.
Perjalanan Hidup dan Karier Syahwan
Sebelum terlibat sebagai mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG), Syahwan telah melalui berbagai pengalaman hidup yang penuh tantangan.
Sejak kecil, ia memiliki minat besar di dunia seni sekaligus ketertarikan pada bidang bisnis.
Di sela kesibukannya, Syahwan kerap meluangkan waktu untuk menulis lagu yang menjadi salah satu hobinya.
“Saya senang menulis lagu. Sudah ada lima lagu yang saya rilis,” ujar Syahwan saat ditemui di Warung Kopi Titik Nol Bundaran Bulukumba, Sabtu (7/3).
Salah satu karya yang paling ia banggakan berjudul “Lagu Rindu”, yang juga dinyanyikannya sendiri.
Dalam perjalanan kariernya, Syahwan pernah bekerja di perusahaan networking atau Internet Service Provider (ISP), sebelum kemudian terjun ke dunia pertambangan.
Pengalaman kerjanya di sektor tersebut membawanya ke berbagai daerah, mulai dari Kalimantan, Maluku, Papua hingga Sulawesi Tenggara.
“Sempat bekerja di perusahaan networking, lalu ke pertambangan di Kalimantan, Maluku, Papua, dan Sultra,” ungkapnya.
Beragam pengalaman itu membuat Syahwan semakin percaya diri untuk mencoba berbagai peluang baru.
Salah satunya ketika ia menerima ajakan untuk bergabung sebagai mitra program Makan Bergizi Gratis.
“Awalnya saya mendengar dari teman, Fadli, pada awal 2024 saat program MBG mulai diperkenalkan,” katanya.
Setelah mempertimbangkan berbagai risiko, Syahwan akhirnya memutuskan mendirikan dapur MBG pertama di Jalan Anggrek.
Ia mengakui langkah tersebut diambil dengan penuh keberanian karena saat itu kepastian pendanaan program masih belum jelas.
“Awalnya memang nekat. Saat itu pendanaan MBG belum jelas, bahkan beberapa bulan tidak ada dana. Intinya belum ada kepastian,” tuturnya.
Namun berkat keyakinan dan kesabaran, Syahwan mampu bertahan hingga akhirnya terus menjalankan perannya sebagai mitra dalam program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Menanggapi berbagai sorotan masyarakat terhadap pelaksanaan MBG, Syahwan menilai hal itu sebagai bentuk perhatian yang dapat mendorong peningkatan kualitas program.
“Kami yakin program ini lahir dari niat baik Bapak Presiden untuk Indonesia, mulai dari pemenuhan gizi, membuka lapangan kerja hingga mendorong perputaran ekonomi masyarakat,” tutup pria kelahiran 6 Juli itu.
Profil dan Biodata Syahwan Ma’arif
Nama Lengkap: Syahwan Ma’arif
Tempat Tanggal Lahir : Manokwari 6 Juli 1984
Pendidikan:
SD : SDN 24 Salemba Bulukumba
SMP : SMP Negeri 1 Bulukumba
SMA : SMA Negeri 1 Bulukumba
Perguruan Tinggi : STIM LPI Makassar
Motto: Hidup adalah tentang memberi manfaat sebanyak mungkin bagi orang lain.
Hobi: Bermusik
Pengalaman Kerja
FIF Finance, Bank Pundi, Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat, PT. Alfa Tekno Pratama, PT. Alfa Nikel Utama. ***






