Indonesia Buka Beasiswa Kuliah Mahasiswa Palestina, Targetkan Penguatan SDM

Avatar photo
Foto: Menteri Agama RI sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, dengan Mufti Agung Al-Quds sekaligus Imam Masjid Al-Aqsa Palestina, Syekh Muhammad Hussein, serta Penasihat Presiden Otoritas Palestina untuk Urusan Agama yang juga Hakim Syariah Tertinggi, Mahmoud Al-Habbash/Fadlil Chairil/

PENATIMES, JAKARTA — Pemerintah Indonesia alokasikan program beasiswa pendidikan tinggi bagi mahasiswa asal Palestina melalui perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) dan kampus mitra nasional. Kebijakan investasi sumber daya manusia tersebut disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar saat menerima kunjungan Mufti Agung Al-Quds Syekh Muhammad Hussein dan Penasihat Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Al-Habbash di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Pemberian beasiswa ini dirancang sebagai bentuk dukungan jangka panjang bagi penguatan kapasitas intelektual generasi muda Palestina di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlangsung.

Baca Juga:  Kemenag Buka Pendaftaran Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Rp1 Juta

“Kami ingin investasi jangka panjang bagi Palestina diwujudkan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusianya. Beasiswa ini adalah jembatan ilmu dan persaudaraan, agar kelak para pemuda Palestina memiliki fondasi intelektual yang kokoh untuk membangun dan memimpin kembali tanah air mereka,” kata Nasaruddin.

secara historis, dukungan Indonesia terhadap Palestina telah berlangsung sejak Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung hingga konsistensi kebijakan luar negeri non-blok. Selain jalur pendidikan, bantuan bilateral Indonesia mencakup bidang kemanusiaan, diplomasi multilateral, hingga insentif perdagangan berupa konsesi tarif nol persen untuk produk-produk utama asal Palestina.

Baca Juga:  Dikalungi Keffiyeh Dubes Palestina, Prabowo Pekikkan 'Free Palestine' di Harlah Seabad Gontor

Peran Forum Keagamaan IGIC 2026 dan Tokoh Al-Aqsa

Pertemuan bilateral ini berlangsung di sela pelaksanaan International Grand Imam Conference (IGIC) 2026 yang terpusat di Masjid Istiqlal. Forum keagamaan tingkat dunia tersebut difungsikan sebagai wadah panggung moral global untuk menyuarakan hak-hak kemerdekaan rakyat Palestina dan penghentian konflik di kawasan.

Dalam agenda IGIC 2026, Mufti Agung Al-Quds sekaligus Imam Masjid Al-Aqsa, Syekh Muhammad Hussein, dijadwalkan menyampaikan pidato kunci serta memimpin diskusi terkait agenda perdamaian. Kehadiran delegasi tingkat tinggi Otoritas Palestina tersebut ditargetkan dapat mendorong konsensus antar pimpinan keagamaan internasional.

Baca Juga:  Mengenal Sidang Isbat, Tentukan 1 Ramadan 1447 Hijriah

Nasaruddin menegaskan bahwa sikap pemerintah dalam isu Palestina merupakan komitmen yang mengikat sesuai amanat konstitusi Undang-Undang Dasar 1945.

“Indonesia akan selalu dan selamanya berdiri bersama Palestina. Kemerdekaan Palestina adalah harga mati, dan kami di Kementerian Agama berkomitmen untuk menerjemahkan dukungan tersebut ke dalam langkah-langkah nyata yang berdampak langsung bagi masa depan generasi muda Palestina,” ujar Menag.**