PENATIMES, BULUKUMBA – Tim medis Public Safety Center (PSC) 119 Bulukumba bersiaga secara penuh dalam mengawal keselamatan atlet dan perangkat pertandingan pada hari ke-20 penyisihan grup Liga Pelajar Indonesia (LPI) Volume 4 Zona Wilayah V, Sabtu (19/9/2026). Pengawalan medis secara ketat ini diterapkan seiring meningkatnya intensitas fisik antarsporter dan atlet pelajar menjelang penentuan fase gugur.
Sistem pelayanan gawat darurat medis terpadu melalui PSC 119 sendiri merupakan bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, yang mewajibkan penanganan cepat terhadap kondisi darurat medis masyarakat, termasuk dalam kegiatan olahraga berskala daerah. Dalam ajang LPI Bulukumba, PSC 119 bertugas menangani cedera pemain, kelelahan fisik, hingga potensi gangguan kesehatan perangkat pertandingan di lapangan.
Pentingnya Proteksi Medis bagi Atlet Muda
Memasuki fase akhir penyisihan grup, persaingan antartim usia sekolah tersebut menunjukkan peningkatan tensi permainan. Peningkatan duel fisik di lapangan berisiko memicu cedera fatal jika tidak ditangani oleh tenaga medis terlatih.
Competition Director LPI Zona Bulukumba, Saiful Alief Subarkah, menegaskan bahwa kepastian keselamatan merupakan syarat mutlak dalam penyelenggaraan kompetisi olahraga tingkat pembinaan.
“Pemain harus merasa aman ketika bertanding. Perangkat pertandingan juga harus mendapatkan dukungan yang memadai. Karena itu, sinergi dengan PSC 119 sangat penting,” kata Saiful saat ditemui di lokasi pertandingan.
Ia menambahkan bahwa aspek proteksi medis tidak boleh dipandang sekadar syarat formalitas penyelenggaraan.
“Ini adalah kompetisi pembinaan. Kita ingin melahirkan pemain-pemain muda yang memiliki kemampuan, disiplin, mental bertanding, dan sportivitas. Semua itu harus berjalan beriringan dengan perhatian terhadap keselamatan mereka,” ujarnya.
Kolaborasi Penyelenggaraan Kompetisi Daerah
Sinergi antara panitia pelaksana LPI dan PSC 119 Bulukumba ditujukan untuk memastikan operasional turnamen berjalan sesuai standar regulasi pertandingan. Keberadaan unit medis di tepi lapangan memangkas waktu respons (response time) penanganan cedera secara signifikan.
Saiful menyampaikan bahwa skema perlindungan atlet muda ini memperlihatkan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam mendukung pembinaan olahraga di Kabupaten Bulukumba.
“Kompetisi bukan hanya bagaimana pertandingan berlangsung dan siapa yang menang, tetapi juga bagaimana seluruh prosesnya berjalan aman, tertib, lancar, dan kompetitif,” tutur Saiful.
Pihak penyelenggara memberikan apresiasi atas konsistensi PSC 119 Bulukumba yang menyiagakan personelnya sejak hari pertama turnamen bergulir hingga memasuki fase-fase krusial.**






