PENATIMES, JAKARTA — Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menegaskan pentingnya integrasi teknologi digital untuk memperluas cakupan pasar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner lokal. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pembukaan TikTok FoodFest 2026 di Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (26/9/2026).
Subsektor kuliner secara konsisten mendominasi proporsi Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif nasional, di mana Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencatat kontribusinya mencapai lebih dari 40 persen terhadap total PDB ekraf. Potensi besar tersebut mendorong pemerintah untuk terus memperkuat penetrasi pasar domestik melalui optimalisasi kanal perdagangan elektronik.
Strategi Digitalisasi dan Penguatan Pasar Domestik
Pemerintah berfokus pada pembukaan akses pasar yang lebih luas bagi para pelaku usaha lokal melalui skema kolaborasi lintas sektor. Langkah ini dinilai krusial guna memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.
“Pemerintah terus mendorong penguatan pasar dalam negeri dan perluasan akses pasar bagi UMKM kuliner lokal. Pemanfaatan platform digital juga dapat membantu pelaku usaha memperkenalkan produk dan memperluas jangkan pasar,” ujar Dyah Roro Esti.
Menurutnya, kekayaan rempah serta kearifan lokal yang tersebar di berbagai daerah merupakan modal dasar kuat bagi keberagaman kuliner Indonesia. Keunggulan komparatif ini menjadi peluang ekonomi strategis yang berpotensi dimanfaatkan oleh generasi muda.
Kolaborasi Ekosistem Kreatif dan Pelaku Usaha
Ajang TikTok FoodFest 2026 melibatkan 43 pelaku usaha kuliner lokal bersama para pembuat konten (content creator), food influencer, serta masyarakat umum. Inisiatif ini dirancang sebagai wadah interaksi langsung antara produsen dan konsumen melalui media sosial interaktif.
Wamendag memberikan apresiasi terhadap keterlibatan TikTok Indonesia dan para pemangku kepentingan dalam mendukung komersialisasi produk lokal. “TikTok FoodFest 2026 menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku UMKM kuliner, kreator, platform digital, dan masyarakat untuk mengembangkan potensi kuliner Indonesia,” tuturnya.
Pelaksanaan kegiatan ini didampingi oleh Direktur Perdagangan Melalui Sistem Elektronik dan Perdagangan Jasa Kementerian Perdagangan, Dwinanto Rumpoko, sebagai bagian dari pengawasan dan fasilitasi pemerintah terhadap pengembangan ekosistem perdagangan digital nasional.*






