DAERAH  

Bupati Bulukumba Diserbu Keluhan Jalan Rusak dan Data Bansos

Avatar photo
Foto: Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf saat dialog Jambore Pelayanan Publik di Bontotiro/Humas pemkab Bulukumba/

PENATIMES, BULUKUMBA – Perbaikan jalan rusak, rencana renovasi Pasar Batang, serta pembenahan data desil penerima bantuan sosial menjadi sorotan utama dalam dialog terbuka warga dengan Pemerintah Kabupaten Bulukumba di Lapangan Assamaturu, Desa Batang, Kecamatan Bontotiro, Rabu malam (30/9/2026).

Dialog dua arah tersebut digelar di sela kegiatan Jambore Pelayanan Publik yang memindahkan pelayanan dari seluruh perangkat daerah serta instansi vertikal langsung ke tingkat desa selama dua hari.

Sorotan Warga Bontotiro: Infrastruktur dan Keakuratan Data Desil

Masyarakat Kecamatan Bontotiro memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan keluhan secara lisan maupun tertulis. Tiga persoalan mendasar yang paling banyak dipertanyakan meliputi kondisi akses jalan kecamatan yang memprihatinkan, kelanjutan revitalisasi Pasar Batang sebagai pusat ekonomi lokal, hingga penetapan status desil warga yang dinilai belum akurat dalam penentuan sasaran program bantuan pemerintah.

Baca Juga:  Pemkab Bulukumba Gelar Jambore Pelayanan Publik di 9 Kecamatan

Penetapan kriteria desil kemiskinan sendiri mengacu pada pendataan pemeringkatan kesejahteraan sosial berbasis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial yang diperbarui secara berkala oleh pihak desa dan kelurahan. Kesalahan input atau pengkategorian desil di tingkat tapak kerap menyebabkan warga miskin terlempar dari daftar penerima bansos.

Sinergi Eksekutif dan Legislatif Tanggapi Aspirasi

Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf (Andi Utta) hadir memimpin dialog bersama Wakil Bupati Andi Edy Manaf dan Sekretaris Daerah Muh. Ali Saleng. Forum tersebut juga dihadiri lima anggota DPRD Kabupaten Bulukumba, yakni Fahidin HDK, Syahruni Haris, Dr. Supriadi, dr. Sabriadi, dan Muhdar Reha.

Baca Juga:  Tak Perlu ke Kota, Warga Kindang Akses Adminduk Hingga BPJS di Lapangan Borong Rappoa

Andi Utta menegaskan bahwa kehadiran seluruh jajaran dinas dan legislator ke lapangan bertujuan memangkas jarak birokrasi dan memastikan program kerja daerah berpatokan pada kondisi riil masyarakat.

“Jambore Pelayanan Publik kita hadirkan untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat. Kita hadirkan pemerintah ke desa selama dua hari,” ujar Andi Utta.

Ia menambahkan, komunikasi interaktif antara eksekutif, legislatif, dan warga desa akan terus dipelihara agar penyusunan anggaran dan tindak lanjut pembangunan infrastruktur maupun validasi data sosial di Kecamatan Bontotiro dapat diselesaikan lebih cepat. Rangkaian kegiatan Jambore Pelayanan Publik di Desa Batang kemudian ditutup dengan pentas seni dan pertunjukan musik lokal.*