“Merawat masa depan bangsa dari bisikan gelap narkotika lewat dekap edukasi yang tulus di ruang-ruang kelas.”
PENATIMES, BULUKUMBA — Angin senja di pesisir selatan Sulawesi seolah membawa pesan sunyi tentang pentingnya menjaga kemurnian jiwa-jiwa muda. Di bawah naungan atap SMP Negeri 32 Bulukumba, Kelurahan Tanah Lemo, Kecamatan Bontobahari, sebuah ikhtiar batin dan nyata bersemi pada Senin (2/11/2026).
Sekitar seratus pasang mata anak didik duduk dalam keheningan yang penuh tanya. Mereka bukan sekadar mendengarkan ceramah biasa, melainkan merajut pemahaman tentang bagaimana merawat diri dari ancaman badai narkotika yang sewaktu-waktu siap merapalkan perangkap sunyi.
Kolaborasi hangat terjalin apik antara Polsek Bontobahari dan Puskesmas Bontobahari. Langkah ini bukan sekadar kunjungan seremonial penegak hukum, melainkan uluran tangan pelindung masyarakat yang merangkul generasi penerus bangsa agar tidak tersesat di lorong gelap zat adiktif.
Kolaborasi Nurani: Merangkul Asa Bersama
Kapolsek Bontobahari, AKP Kasman, S.IP., menuturkan bahwa pertahanan terbaik melawan narkoba lahir dari kebersamaan yang tulus. Kepolisian, tenaga kesehatan, pihak sekolah, hingga pelukan hangat keluarga harus menyatu menjadi dinding kokoh.
Menurutnya, menanamkan kesadaran sejak dini adalah kunci utama. Remaja ibarat tunas muda yang rentan diterpa angin perubahan; jika akar pengetahuannya kuat, mereka tidak akan mudah goyah oleh rayuan semu lingkungan luar.
“Peran melawan narkoba harus kita mulai bersama. Kami berharap para pelajar dapat memahami bahaya narkoba, berani mengatakan tidak terhadap penyalahgunaan narkotika, serta menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berprestasi,” ungkap AKP Kasman dengan nada penuh keyakinan.
Sentuhan edukasi ini merambah berbagai dimensi kehidupan. Para siswa diajak memahami bahwa narkotika tidak hanya merusak raga secara medis dan menjerat mereka ke dalam jerat hukum pidana, tetapi juga meruntuhkan jalinan sosial yang telah dirajut dengan penuh peluh kasih sayang.
Harmoni Lintas Sektor untuk Masa Depan
Kegiatan penuh makna ini turut dihadiri oleh figur-figur penggerak lokal yang peduli pada masa depan anak bangsa. Kepala Puskesmas Bontobahari, Akhmad Hermawansyah, S.Kep., Ns., bersama Kepala SMP Negeri 32 Bulukumba, H. Umar, S.Ag., M.Pd.I., berdiri berdampingan bersama para dewan guru untuk menyokong penuh langkah preventif ini.
Kehadiran mereka menegaskan bahwa sekolah bukan sekadar tempat menimba ilmu hitung dan aksara, melainkan rumah kedua yang aman dari segala bentuk polusi moral.
Di pengujung pertemuan, sebuah pesan pengharapan kembali digaungkan. Polsek Bontobahari mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak tinggal diam, melainkan senantiasa waspada dan bergandengan tangan melindungi tunas-tunas bangsa dari bayang-bayang gelap kehancuran.*






