Beberapa daerah mengalami kekeringan dan peningkatan suhu udara. Di Bulukumba ancaman ini bertambah serius saat team riset atau peneliti Ecoton dan Aliansi Festival 3 Sungai Bulukumba menemukan tingginya kadar kontaminasi mikroplastik di Udara Bulukumba.

10-11 Agustus 2026 Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan (Basah) bersama aliansi komunitas Festival 3 Sungai Bulukumba melakukan penelitian kontaminasi mikroplastik di Udara Kota Bulukumba dan menemukan bahwa udara kota Bulukumba telah tercemar Mikroplastik, bahkan jika dibandingkan penelitian serupa pada September 2025 kondisi tahun ini jumlah partikel mikro plastiknya meningkat 5 kali lipat. “dari 6 lokasi yang kami uji kadar mikro plastiknya rata-rata 10 partikel mikroplastik dalam 1 jam, sedangkan penelitian tahun 2025 hanya ditemukan 2 partikel mikroplastik per jam” ungkap Sofi Azilan Aini, lebih lanjut peneliti mikroplastik Ecoton ini menyebutkan 6 lokasi penelitian tahun 2026 meliputi : Jalan Panjaitan, Taman Kota, Depan Kantor Bupati Bulukumba, depan Kantor DPRD Bulukumba, Pantai Merpati dan Desa Kahayya sebagai control.
Dari 6 Lokasi Penelitian ditemukan bahwa di depan kantor Bupati Bulukumba dan Kawasan Taman Kota Bulukumba kontaminasi Mikroplastik mencapai 15 partikel Mikroplastik per jam. “untuk menangkap mikroplastik di udara kami menggunakan Tisu basah dalam cawan petri dan meletakkan di enam lokasi selam satu jam, kemudian memeriksa dengan mikroskop digital dengan pembesaran 1000kali” ungkap Aidil Faidzin, lebih lanjut Juru Bicara Panitia Festival 3 Sungai menjelaskan bahwa jenis mikroplastik yang paling banyak ditemukan di Bulukumba adalah jenis partikel fragmen sebanyak 28 di enam lokasi, jenis mikroplastik terbanyak kedua adalah fiber 21 di enam lokasi.

Jenis fragmen ini berasal dari serpihan ban atau aktivitas transportasi dan sisa pembakaran sampah plastik atau fragmentasi sampah plastik yang dibuang sembarangan di ruang terbuka. Sedangkan untuk sumber fiber berasal dari tekstil atau serat pakaian yang mengalami gesekan.
Buruknya Pengelolaan Sampah
Tingginya kontaminasi mikroplastik di udara kota Bulukumba bisa disebabkan oleh banyaknya sampah plastik yang tercecer dilingkungan. “Dalam pantauan kami sampah plastik seperti tas plastik, popok, sachet, styrofoam dan beragam sampah plastik sekali pakai dibuang sembarangan di dalam sungai, ditepi jalan, semak-semak saluran air, di tepi jalan” Ungkap Hermayanto, Lebih lanjut aktivis lingkungan Lingkar observasi pendidikan Lingkungan (LOPI) Bulukumba menjelaskan bahwa buruknya system pengelolaan sampah dan minimnya sarana infrastruktur sampah membuat masyarakat Bulukumba membuang sampah sembarangan bahwa di sungai-sungai Utama Kabupaten Bulukumba. “hasil investigasi tim Ecoton dan aktivis lingkungan pendukung Festival 3 Sungai menemukan 3 sungai utama di Bulukumba, sungai Bialo, Sungai Bijawang dan Sungai Balantieng saat ini darurat sampah plastik” ungkap Amirudin Mutaqin, lebih lanjut Peneliti Ecoton ini menjelaskan bahwa sungai-sungai di Bulukumba harusnya menjadi sumber kehidupan bukan tempat sampah, sampah-sampah yang dibuang sembarangan terpapar matahari dan mengalami proses fragmentasi yang akhirnya berubah menjadi mikroplastik dan mencemari udara. “Ditambah lagi kegiatan pembakaran sampah plastik semakin membuat udara Bulukumba tercemar mikroplastik,” ungkap Amirudin Muttaqin, lebih lanjut alumni Wageningen University The Netherlands ini menjelaskan bahwa sampah plastik yang dibakar secara tidak sempurna akan menjelma menjadi mikroplastik.
Penelitian Pencemaran Mikroplastik di Udara menunjukkan sumber outdoor dapat berasal dari
1. Aktivitas transportasi yang berasal dari gesekan karet ban dengan aspal
2. degradasi material plastik,
3. pembakaran sampah plastik,
4. Sedangkan fiber sangat sering dikaitkan dengan tekstil sintetis.
Secara biologis, beberapa mekanisme yang perlu diwaspadai adalah: Partikel Mikroplastik dapat berinteraksi dengan epitel saluran napas dan memicu respons inflamasi atau peradangan berakibat iritasi ringan dan reaksi imun menyebab stress oksidatif yang bisa memicu kematian sel dan tidak berfungsinya imun tubuh. “Pada kasus tertentu masuknya mikroplastik kedalam tubuh dapat mempengaruhi hormone, padahal tubuh manusia dikendalikan oleh hormone”ungkap Sofi Azilan aini, lebih lanjut Alumni fakultas kesehatan masyarakat Universitas NU Surabaya ini menjelaskan bahwa gangguan hormone bisa menyebabkan diabetes mellitus, gangguan menstruasi dan gangguan kesuburan pria maupun wanita.
Rekomendasi
1. Penyediaan sarana tempat sampah sehingga masyarakat tidak membuang sampah sembarangan terutama ke badan air
2. Penegakan hukum yang tegas dengan memberikan sanksi bagi pelaku pembakaran sampah plastik, dalam UU pengelolaan Sampah 18/2008 mengatur larangan aktivitas pembakaran sampah
3. Peraturan Daerah yang mengurangi penggunaan plastik sekali pakai
4. Uji mikroplastik di udara secara berkala




