Match Commissioner Tuntaskan Pengawasan 79 Laga LPI Bulukumba 2026

Avatar photo
Foto: Match Commissioner (Pengawas Pertandingan) LPI Zona Bulukumba, Paosing Udin( memakai jas) saat mengawasi pertandingan/Istimewa/

PENATIMES, BULUKUMBA — Match Commissioner Liga Pelajar Indonesia (LPI) Volume 4 Wilayah V Sulawesi Selatan Zona Bulukumba 2026, Paosing Udin, resmi mengakhiri rangkaian tugas pengawasan usai babak grand final digelar pada Selasa (6/10/2026). Selama 36 hari pelaksanaan kompetisi sejak 1 September 2026, tercatat sebanyak 79 pertandingan telah bergulir dalam koridor regulasi yang ditetapkan.

Tugas pengawasan tersebut mencakup seluruh tahapan turnamen, mulai dari penyisihan grup, babak 16 besar, perempat final, semifinal, hingga laga puncak. Secara operasional, Match Commissioner bertanggung jawab memastikan kesiapan teknis venue, fasilitas medis, personel keamanan, kelayakan perangkat pertandingan, hingga verifikasi administrasi seluruh tim peserta.

Baca Juga:  Persaingan Fase Grup Mengkerucut, 6 Tim Lolos ke Babak Gugur LPI Bulukumba

Batasan Kewenangan dan Tata Kelola Regulasi Pertandingan

Sesuai dengan standar tata kelola kompetisi sepak bola di bawah naungan federasi, kedudukan Pengawas Pertandingan berfokus pada ranah manajerial dan dokumentasi penyelenggaraan, bukan penegakan keputusan di dalam lapangan.

Keputusan teknis permainan seperti pengesahan gol, penentuan pelanggaran, pemberian kartu, dan penalti sepenuhnya berada di bawah diskresi wasit. Sementara penjatuhan sanksi atas pelanggaran disiplin merupakan kewenangan Komisi Disiplin.

Baca Juga:  Intensitas Pertandingan Meningkat, Tim Medis Siaga Penuh di LPI Bulukumba

“Match Commissioner mengawasi aspek penyelenggaraan, mencatat kejadian penting, dan menyusun laporan resmi sebagai bagian dari mekanisme kompetisi. Jika ada persoalan yang memerlukan tindak lanjut, laporan diteruskan kepada pihak yang memiliki kewenangan,” ujar Paosing Udin dalam keterangan tertulisnya.

Fungsi utama pengawasan ini menitikberatkan pada pencatatan fakta objektif di lapangan tanpa mengintervensi keputusan perangkat pertandingan lainnya.

Akuntabilitas Administrasi Kompetisi Usai LPI Zona Bulukumba

Peningkatan intensitas pertandingan pada fase gugur menuntut koordinasi ketat melalui Technical Meeting guna menyamakan persepsi prosedur keselamatan dan aturan permainan. Pengawasan ketat diterapkan untuk memitigasi potensi sengketa antar tim seiring meningkatnya tensi persaingan menuju babak final.

Baca Juga:  LPI Bulukumba 2026: SMAN 11 Lolos ke Final Usai Depak SMAN 3

Setelah peluit panjang tanda berakhirnya grand final dibunyikan, seluruh catatan pertandingan, berita acara insiden, dan laporan kelaikan fasilitas langsung dihimpun sebagai dokumen rekam administrasi resmi turnamen. Berkas laporan tersebut menjadi acuan pertanggungjawaban penutupan rangkaian 79 pertandingan LPI Zona Bulukumba 2026.*