DAERAH  

Gandeng Baznas, Bulukumba Subsidi Pangan 6.800 Warga Rentan Lewat Kupon

Avatar photo

 PENATIMES, BULUKUMBA — Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bulukumba bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bulukumba menyiapkan skema subsidi belanja bahan pokok senilai Rp340 juta untuk 6.800 warga kategori ekonomi desil 1 dan 2. Skema intervensi harga ini disalurkan melalui sistem kupon digital tunai untuk menjaga keterjangkauan harga pangan menjelang kuartal akhir 2026.

Langkah intervensi ini diambil sebagai bagian dari strategi menekan laju inflasi daerah agar tetap berada di dalam sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen. Penggunaan dana zakat, infak, dan sedekah untuk subsidi pangan langsung dinilai menjadi instrumen penyeimbang daya beli masyarakat berpenghasilan rendah di tengah fluktuasi harga komoditas utama.

Baca Juga:  Ribuan Warga Ramaikan Sahur On The Road di Bulukumba

Skema Distribusi Kupon dan Target Penerima Manfaat

Subsidi dialokasikan kepada 50 warga miskin di setiap desa dan kelurahan yang tersebar di 136 wilayah dari 10 kecamatan. Penentuan nama penerima manfaat berdasarkan rekomendasi langsung dari para kepala desa dan lurah setempat.

Setiap warga terpilih menerima potongan harga sebesar Rp50.000 dalam bentuk kupon berbasis sistem anjungan tunai mandiri (ATM). Kupon tersebut digunakan khusus saat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bulukumba bekerja sama dengan Bulog Cabang Bulukumba serta mitra penyedia pangan lainnya.

Baca Juga:  Polres Bulukumba Perketat Pengawasan Kebersihan Mako Pelayanan

Inovasi penyaluran ini sebelumnya telah melewati fase uji coba lapangan pada gelaran Jambore Pelayanan Publik di Kecamatan Bontotiro sebelum diterapkan secara menyeluruh.

Hasil Evaluasi dan Rencana Peluncuran Resmi

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bulukumba, Daud Kahal, menjelaskan bahwa skema integrasi zakat dan pasar murah ini lahir dari rekomendasi evaluasi bersama.

“Beberapa hal yang menjadi hasil evaluasi TPID Provinsi Sulsel dan Bank Indonesia Sulselbar adalah perlunya daerah melakukan inovasi, termasuk Kerjasama Antar Daerah (KAD) dan pemanfaatan Mini Depot Center yang disandingkan dengan Rumah Pangan Kita bekerja sama dengan Bulog Cabang Bulukumba,” kata Daud Kahal.

Baca Juga:  Mahasiswi asal Bulukumba di Kendari Dilaporkan Hilang

Pemerintah Kabupaten Bulukumba dijadwalkan meresmikan program kolaborasi ini secara masif pada 16 Oktober 2026 di Taman Kota depan Kantor Baznas Bulukumba. Peluncuran resmi tersebut rencananya dihadiri oleh pimpinan Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan dan tim TPID Sulawesi Selatan.

Rangkaian intervensi pasar ini dibarengi dengan penguatan produksi pertanian lokal, perbaikan sarana jalan tani, dan peningkatan kapasitas petani guna menjaga stabilitas pasokan serta rantai distribusi komoditas pangan pokok di Bulukumba.*