Asian Games 2026: Kehadiran Pimpinan Cabor Dongkrak Medali Emas

Avatar photo
Menpora Erick Thohir mengapresiasi para ketua umum cabang olahraga (cabor) yang hadir langsung di Asian Games Aichi-Nagoya 2026./Naif/NOC Indonesia/

PENATIMES, JAKARTA —Kehadiran langsung pimpinan cabang olahraga di arena pertandingan terbukti berbanding lurus dengan pencapaian medali emas kontingen Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Dua cabang olahraga yang menuntaskan target medali emas, yakni bulu tangkis dan angkat besi, tercatat mendapat pendampingan langsung dari pimpinan federasi masing-masing di lokasi kompetisi.

Kemenpora mencatat model pengawalan langsung ini menjadi bagian terintegrasi dari penguatan psikologis atlet saat berlaga di level internasional. Langkah tersebut sejalan dengan skema evaluasi manajemen tata kelola olahraga nasional yang menuntut keterlibatan aktif kepengurusan federasi dalam menjamin kebutuhan operasional teknis maupun non-teknis atlet secara real-time di lapangan.

Baca Juga:  Tambah Lima Medali di Nagoya, Teqball Jadi Kejutan Kontingen Indonesia

Evaluasi Kinerja Bulu Tangkis dan Angkat Besi

Di cabang bulu tangkis, Ketua Umum PP PBSI Muhammad Fadil Imran hadir mendampingi tim yang meraih emas pertama bagi Indonesia. Raihan tersebut dipastikan setelah tim beregu putra menundukkan tim China dengan skor tipis 3-2 di partai final.

Sementara itu, pada cabang angkat besi, Ketua Umum PB PABSI Rosan Perkasa Roeslani mengawal langsung laga Rahmat Erwin Abdullah. Lifter Indonesia tersebut meraih medali emas di kelas 75 kg putra pada Sabtu (26/9) sekaligus memperbarui rekor dunia.

Baca Juga:  Asian Games 2026: Tim Renang Putra Indonesia Finis Keenam

“Kehadiran pimpinan federasi membuat atlet merasakan pengawalan secara utuh. Ini bukan sekadar program latihan, melainkan bentuk tanggung jawab bersama dalam ekosistem olahraga,” ujar Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir di Jakarta.

Sinergi Ekosistem Olahraga Nasional

Erick menegaskan bahwa pencapaian medali emas tetap berakar pada kerja keras atlet, pelatih, serta tim pendukung. Namun, kepemimpinan aktif di venue pertandingan terbukti memberikan dampak psikologis yang signifikan bagi stabilitas performa atlet di ajang multievent.

Baca Juga:  Timnas Bulu Tangkis Indonesia Sabet Emas Asian Games 2026, Prabowo Telepon Skuad

Pemerintah mendorong pola pendampingan langsung ini diterapkan secara konsisten oleh seluruh federasi cabang olahraga nasional yang berlaga di ajang internasional. Sinergi antara pemerintah sebagai fasilitator, federasi sebagai pengawal, serta pelatih dan atlet sebagai pelaksana teknis dinilai menjadi fondasi utama peningkatkan prestasi olahraga Indonesia.**