PENATIMES, JAKARTA—Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan merilis pembaruan data harga komoditas tingkat petani, yang memperlihatkan penurunan tajam pada komoditas karet Jambi di tengah penguatan lada putih Bangka dan kestabilan komoditas kopi serta tembakau.
Penurunan Harga Karet Jambi dan Tren Lada Putih Bangka
Data Sistem Informasi Harga Komoditi Bappebti mencatat harga karet di wilayah Jambi mengalami penurunan sebesar 15,8 persen hingga menyentuh level Rp16.000 per kilogram. Kondisi ini berbeda dengan harga Karet Bokar di Kuantan Singingi yang tercatat stabil di angka Rp15.295 per kilogram.
Di sektor perkebunan lain, Lada Putih di wilayah Bangka mencatatkan kenaikan harga sebesar 0,7 persen menjadi Rp146.000 per kilogram. Komoditas lada putih asal Kepulauan Bangka Belitung secara historis memiliki reputasi internasional sebagai Muntok White Pepper yang kerap mengalami fluktuasi pasokan di tingkat perantara.
Pergerakan Harga Kopi, Tembakau, dan Komoditas Pangan
Sektor kopi dan tembakau mencatatkan nilai jual tinggi tanpa perubahan signifikan pada pekan ini:
-
Kopi Special (Subang): Rp125.000 per kg
-
Kopi Robusta (Subang): Rp87.000 per kg
-
Tembakau Kasturi (Malang): Rp90.000 per kg
-
Tembakau Boyolali: Rp85.000 per kg
-
Tembakau Burley: Rp74.000 per kg
-
Tembakau Madura: Rp54.300 per kg
Untuk komoditas pangan pokok dan tanaman perkebunan lain, harga terpantau stabil pada kisaran rata-rata bulanan. Kakao di Kendari tercatat sebesar Rp54.500 per kg, Bawang Merah di Brebes Rp19.000 per kg, Gabah di Cianjur Rp8.000 per kg, Jagung di Tasikmalaya Rp5.500 per kg, serta Kelapa Sawit di Sumatera Selatan sebesar Rp3.851 per kg.
Bappebti menyatakan pembaruan data berkala melalui platform Sistem Informasi Harga Komoditi ditujukan sebagai acuan bagi petani dan pelaku usaha dalam menentukan strategi penjualan serta meminimalkan risiko ketimpangan harga pasar.*






