Dolar AS Tembus Rp18.000 di Bank Indonesia, Biaya Impor Industri Berpotensi Membengkak

Avatar photo
Foto ilustrasi: Grafik pergerakan Kurs Transaksi Bank Indonesia memperlihatkan kurs jual Dolar AS menembus level 18.000 Rupiah/Gemini Generated Image/

PENATIMES, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) mencatat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) menembus level psikologis Rp18.000 pada perdagangan transaksi Senin (28/9/2026). Berdasarkan pembaruan data statistik resmi BI, kurs jual USD ditetapkan pada posisi Rp18.006,58, sedangkan kurs beli berada di level Rp17.827,42 per Dolar AS.

Pelemahan nilai tukar domestik ini melanjutkan tren koreksi Rupiah dalam beberapa kuartal terakhir. Kondisi tersebut terpengaruh oleh dinamika kebijakan suku bunga tinggi di tingkat global serta peningkatan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury yield) yang memicu arus modal keluar (capital outflow) dari pasar keuangan negara berkembang.

Rincian Kurs Valuta Asing Utama dan Asia

Selain Dolar AS, mata uang kawasan Eropa juga menunjukkan posisi yang tinggi terhadap mata uang Garuda. Kurs jual Euro (EUR) ditransaksikan pada level Rp20.511,30 dengan kurs beli Rp20.305,43. Sementara itu, Poundsterling Inggris (GBP) mencatatkan nilai tukar sebesar Rp23.828,11 (kurs jual) dan Rp23.585,68 (kurs beli).

Baca Juga:  BSI Luncurkan Fitur Infaq Rutin di BYOND Incar Potensi Ziswaf

Untuk jajaran mata uang regional Asia, pergerakan nilai tukar tercatat sebagai berikut:

  • Yen Jepang (JPY): Kurs jual Rp11.391,52 per 100 JPY (kurs beli Rp11.275,33).

  • Dolar Singapura (SGD): Kurs jual Rp14.089,66 (kurs beli Rp13.947,29).

  • Ringgit Malaysia (MYR): Kurs jual Rp4.427,48 (kurs beli Rp4.376,98).

  • Yuan China (CNY): Kurs jual Rp2.682,42 (kurs beli Rp2.655,38).

Adapun Dinar Kuwait (KWD) tetap tercatat sebagai mata uang dengan nilai nominal tertinggi dalam daftar rilis BI, yakni berada pada posisi kurs jual Rp58.529,43 dan kurs beli Rp57.928,25.

Tabel Daftar Kurs Transaksi Bank Indonesia Per 28 September 2026

Catatan: Kurs transaksi BI digunakan sebagai acuan operasional transaksi BI dengan pihak ketiga, termasuk pemerintah.

Mata Uang Satuan Kurs Jual (IDR) Kurs Beli (IDR)
AED (Dirham UEA) 1.00 4.902,68 4.853,64
AUD (Dolar Australia) 1.00 12.649,62 12.520,20
BND (Dolar Brunei) 1.00 14.089,66 13.947,29
CAD (Dolar Kanada) 1.00 12.732,70 12.603,34
CHF (Franc Swiss) 1.00 21.715,61 21.494,36
CNH (Yuan China – Offshore) 1.00 2.679,47 2.652,65
CNY (Yuan China) 1.00 2.682,42 2.655,38
DKK (Krone Denmark) 1.00 2.744,03 2.716,02
EUR (Euro) 1.00 20.511,30 20.305,43
GBP (Poundsterling Inggris) 1.00 23.828,11 23.585,68
HKD (Dolar Hong Kong) 1.00 2.295,79 2.272,89
JPY (Yen Jepang) 100.00 11.391,52 11.275,33
KRW (Won Korea) 1.00 13,28 13,13
KWD (Dinar Kuwait) 1.00 58.529,43 57.928,25
LAK (Kip Laos) 1.00 0,81 0,79
MYR (Ringgit Malaysia) 1.00 4.427,48 4.376,98
NOK (Krone Norwegia) 1.00 1.894,71 1.873,49
NZD (Dolar Selandia Baru) 1.00 10.207,93 10.102,80
PGK (Kina Papua Nugini) 1.00 4.181,13 3.872,12
PHP (Peso Filipina) 1.00 288,39 285,22
SAR (Riyal Arab Saudi) 1.00 4.795,87 4.747,90
SEK (Krona Swedia) 1.00 1.816,55 1.798,32
SGD (Dolar Singapura) 1.00 14.089,66 13.947,29
THB (Baht Thailand) 1.00 539,60 533,76
USD (Dolar AS) 1.00 18.006,58 17.827,42
VND (Dong Vietnam) 1.00 0,69 0,69
Baca Juga:  Harga Emas Antam 23 September 2026 Tembus Rp2,63 Juta per Gram

Proyeksi Dampak Terhadap Sektor Usaha dan Konsumen

Pergerakan kurs transaksi ini berpotensi memberikan tekanan langsung pada sektor manufaktur domestik yang memiliki ketergantungan tinggi pada bahan baku impor. Peningkatan harga komponen impor diproyeksikan bakal memicu kenaikan biaya produksi (imported inflation).

Masyarakat yang berencana melakukan perjalanan atau membiayai pendidikan di kawasan seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Inggris juga dihadapkan pada peningkatan biaya operasional akibat kenaikan nilai tukar valuta asing tersebut. Di sisi lain, pelemahan Rupiah secara teoritis berpotensi meningkatkan daya saing harga komoditas ekspor serta daya tarik sektor pariwisata bagi wisatawan mancanegara.*

Baca Juga:  Kementerian PU Amankan Rp114,59 Triliun untuk Anggaran 2027