Bappebti: Harga Komoditas Pertanian Akhir Oktober 2026

Avatar photo
Foto ilustrasi: Gemini Generated Image/Petani memeriksa kualitas biji kopi spesial/Penatimes/

“Di bawah langit senja penghujung Oktober, denyut nadi para petani berdetak seirama dengan gelombang harga yang menari di atas kanvas bumi nusantara.”

PENATIMES, JAKARTA – Di sudut-sudut pedesaan nusantara, angin akhir Oktober membawa serta aroma harapan yang menguar dari pelataran jemur. Berdasarkan catatan mutakhir dari Sistem Informasi Harga Komoditi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) per 30 Oktober 2026, denyut pasar tani memperlihatkan lukisan kontras yang memesona.

Sebagian komoditas unggulan perkebunan berdiri kokoh di puncak kejayaan. Sementara sebagian lainnya menunduk sejenak dalam koreksi wajar.

Riwayat Sang Primadona: Kopi Subang dan Lada Bangka

Kabar gembira merekah dari kebun-kebun rakyat yang merawat biji hitam dengan kesabaran panjang. Kopi jenis spesial asal Subang sukses mencatatkan harga fantastis di level Rp125.000 per kilogram.

Baca Juga:  Harga Karet Jambi Merosot Tajam, Lada Putih dan Kopi Subang Justru Bertahan Tinggi

Tidak berjalan sendirian, saudaranya sang Kopi Robusta di wilayah yang sama turut mengepulkan asa di angka Rp87.000 per kilogram. Angka-angka ini menjadi saksi bisu atas tingginya apresiasi pasar terhadap sentuhan magis petani lokal.

Bergeser ke tanah pesisir, Lada Putih asal Bangka mempertahankan takhtanya sebagai mutiara rempah. Komoditas ini kokoh memancarkan pesona di kisaran harga Rp146.000 per kilogram.

Di ujung timur perantauan rasa, Kakao Kendari turut menyumbangkan tawa bagi para pekebun. Harganya stabil menawan di angka Rp54.500 per kilogram, tersiram derasnya dahaga industri pengolahan cokelat dunia.

Baca Juga:  Lonjakan 10 Persen Bawang Merah Brebes Warnai Tren Stabil Komoditas Nasional

Lambaian Sawit yang Menunduk dan Stabilitas Pangan

Di tengah riuhnya kebun keras, kelapa sawit di Sumatera Selatan mengalami sedikit penayangan napas. Komoditas ini terkoreksi -5,6% ke posisi Rp3.555 per kilogram, sebuah gelombang kecil dalam samudra luas perdagangan minyak nabati global.

Namun, di beranda pangan rakyat, ketenangan justru merajai hari-hari. Lumbung-lumbung penjuru negeri mengalirkan stabilitas tanpa riak yang mencemaskan:

  • Gabah (Cianjur): Tenang merata di angka Rp8.000 per kilogram.

  • Bawang Merah (Brebes): Menyala hangat dalam genggaman di kisaran Rp18.000 per kilogram.

  • Jagung (Tasikmalaya): Tegak menguning di level Rp5.500 per kilogram.

  • Karet & Karet Bokar: Getah Jambi terpelihara di Rp22.000 per kilogram, berdampingan dengan Karet Bokar Kuantan Singingi pada angka Rp15.295 per kilogram.

  • Aneka Tembakau (Malang & Boyolali): Tembakau Kasturi Malang memimpin barisan di Rp90.000 per kilogram, disusul Tembakau Boyolali (Rp85.000 per kilogram), Tembakau Burley (Rp74.000 per kilogram), serta Tembakau Madura (Rp54.300 per kilogram).

Baca Juga:  Medan Gambut Sulit Dipadamkan, Puluhan Pesawat dan Ribuan Personel Diterjunkan Atasi Karhutla

Menyongsong Hari Esok dengan Ketukan Hati yang Sama

Stabilitas yang terajut rapi ini menjelma sebagai selimut hangat bagi daya beli petani menjelang tirai tahun menutup. Melalui layar pemantauan berkala Bappebti, kompas informasi harga terus dijaga agar para penggarap tanah tidak pernah berjalan dalam gelap.

Sebab di setiap butir gabah dan tetes getah, tersimpan cerita tentang ketekunan yang tak pernah lelah merawat kehidupan.*