DAERAH  

Andi Endang Hariyani: Jambore Pelayanan Publik Bontotiro Bukti Negara Hadir

Avatar photo
Foto: Petugas memberikan pelayanan administrasi kepada warga dalam agenda Jambore Pelayanan Publik Bulukumba di Kecamatan Bontotiro/Humas Pemkab Bulukumba/

PENATIMES, BULUKUMBA –Pemerintah Kabupaten Bulukumba merealisasikan program pelayanan jemput bola bertajuk Jambore Pelayanan Publik yang menjangkau sembilan dari sepuluh kecamatan di wilayah tersebut. Langkah ini diambil untuk memangkas jarak geografis serta birokrasi dalam pemenuhan dokumen dan layanan administrasi masyarakat secara langsung di tingkat akar rumput.

Model pelayanan terpadu di luar area kantor pemerintahan ini searah dengan semangat Peraturan Presiden Nomor 89 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik, yang mendorong integrasi serta keterjangkauan akses layanan bagi masyarakat di daerah.

Baca Juga:  Selamat! Dandy Panjawi Lolos Top 10 Indonesian Idol Season 14

Kolaborasi Lintas Sektor di Kecamatan Bontotiro

Dalam pelaksanaan di Kecamatan Bontotiro yang menjadi titik kedua rangkaian kegiatan, sinergi antarlembaga menjadi instrumen utama operasional pelayanan. Unsur pemerintah kecamatan bersama instansi teknis dan elemen masyarakat setempat mengintegrasikan berbagai jenis layanan dalam satu lokasi.

Camat Bontotiro, Andi Endang Hariyani, menyatakan keterlibatan lintas sektor merupakan kunci utama dalam mempermudah akses publik terhadap layanan dasar.

Baca Juga:  Asosiasi Mitra MBG Bulukumba Dirikan Dapur di Lokasi Bencana Terang-Terang

“Kolaborasi lintas sektor pemerintah se-Kecamatan Bontotiro, termasuk masyarakat, menjadi bukti bahwa pemerintah hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Andi Endang Hariyani.

Skema Rangkaian Kunjungan Sembilan Kecamatan

Rangkaian program jemput bola ini diresmikan secara perdana di Kecamatan Kindang sebagai titik peluncuran. Usai pelaksanaan di Kindang dan Bontotiro, tim pelayanan bergerak menuju Kecamatan Kajang sebagai lokasi ketiga sebelum melanjutkan ke enam kecamatan lainnya.

Baca Juga:  Viral Hewan Langka Tarsius di Kindang Bulukumba

Skema ini membalik pendekatan konvensional pelayanan publik yang berpusat di fasilitas fisik pemerintahan. Melalui integrasi komunikasi dan unit pelayanan bergerak, program ini menargetkan pemenuhan kebutuhan administrasi warga tanpa mewajibkan masyarakat mendatangi kantor dinas maupun kecamatan.*