RAGAM  

Bahaya Air Asam Terungkap di Bulukumba, DLHK Langsung Turun Tangan

Avatar photo
Foto: Petugas UPT Laboratorium Lingkungan DLHK Bulukumba sedang melakukan pengujian kualitas air bersih warga di lokasi Jambore Pelayanan Publik/Penatimes/

PENATIMES, BULUKUMBA – Pemeriksaan laboratorium Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bulukumba menemukan sampel air dengan tingkat keasaman ekstrem mencapai pH 3,7 pada fasilitas sekolah di Kecamatan Kindang. Temuan tersebut diperoleh di tengah gelaran Jambore Pelayanan Publik yang disiapkan berlanjut ke Kecamatan Kajang pada 7–8 Oktober 2026.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan, kadar pH air minum yang aman bagi tubuh berada pada rentang 6,5 hingga 8,5. Air dengan nilai pH di bawah standar tersebut berisiko merusak pipa distribusi serta memicu gangguan kesehatan jika dikonsumsi tanpa pengolahan khusus.

Baca Juga:  Giliran HIPMI Bulukumba Tolak Penutupan Dapur MBG

Temuan Uji Laboratorium Air di Kindang dan Bontotiro

Pengujian sampel dilakukan langsung oleh UPT Laboratorium Lingkungan DLHK Bulukumba saat pelayanan jemput bola di dua wilayah. Di Kecamatan Kindang, petugas mengambil tujuh sampel air milik warga dan fasilitas umum.

Salah satu sampel yang diperiksa berasal dari mata air di lingkungan SMP Negeri 37 Kindang. Hasil pengukuran menunjukkan angka pH 3,7, yang mengindikasikan tingkat keasaman tinggi. Sementara itu, dari tiga sampel air sumur yang diuji di Desa Batang, Kecamatan Bontotiro, petugas mencatat nilai pH relatif stabil di angka 7,2.

Baca Juga:  Intensitas Pertandingan Meningkat, Tim Medis Siaga Penuh di LPI Bulukumba

Kepala DLHK Kabupaten Bulukumba, Emil Yusri, menyatakan bahwa pengujian di lokasi memberikan data awal penting bagi warga mengenai kelayakan sumber air harian.

“Hasil pengujian ini menjadi informasi awal bagi masyarakat untuk menentukan langkah pengelolaan atau pemeriksaan lebih lanjut. Pengukuran pH merupakan salah satu indikator, dan untuk memastikan kelayakan air sesuai peruntukannya, diperlukan pemeriksaan parameter lain sesuai standar yang berlaku,” kata Emil Yusri.

Pengelolaan Sampah dan Persiapan Pelayanan di Kajang

Selain fasilitas laboratorium portabel, DLHK Bulukumba mengoperasikan program penukaran sampah dengan bahan pokok berupa minyak goreng, sabun cuci piring, dan deterjen, serta penyediaan drop box khusus sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Baca Juga:  LPI 2027 Wilayah V Sulsel Digagas Pakai Format Tiga Tuan Rumah

Dalam aksi pembersihan area kegiatan di Kecamatan Bontotiro, tim gabungan yang melibatkan staf dinas, pihak sekolah, dan warga mengumpulkan sebanyak 920 kilogram sampah. Volume tersebut didominasi oleh limbah plastik, sampah organik, dan residu.

DLHK Kabupaten Bulukumba menjadwalkan pembukaan stan pelayanan berikutnya di Kecamatan Kajang pada 7–8 Oktober 2026. Layanan yang disediakan mencakup pengujian air gratis, konsultasi perizinan lingkungan, edukasi program Adiwiyata, hingga pengecekan status kawasan hutan.*