PENATIMES, NGAWI — Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan kapasitas Sekolah Rakyat di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dapat menampung lebih dari 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Sekolah berbasis asrama (boarding school) ini mulai beroperasi tanpa melalui fase sekolah rintisan karena Pemerintah Kabupaten Ngawi langsung menyediakan lahan untuk pembangunan gedung permanen.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa penetapan peserta didik di Sekolah Rakyat tidak dilakukan secara sembarangan. Seluruh siswa dijaring berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khusus untuk kelompok masyarakat yang berada pada kategori Desil 1 dan Desil 2 (masyarakat termiskin).
Prosedur Asesmen dan Lintas Lembaga
Proses rekrutmen siswa melibatkan verifikasi lapangan dan koordinasi antarlembaga sebelum diputuskan oleh kepala daerah.
“Di situ dilakukan asesmen, setelah itu dilakukan juga koordinasi dengan Kemendikdasmen, dengan BPS, pemerintah daerah, lalu nanti diplenokan. Setelah itu ditandatangani oleh Pak Bupati, baru kita tetapkan sebagai siswa sekolah rakyat,” ujar Saifullah saat meninjau lokasi di Ngawi, Sabtu (19/9/2026).
Saat ini, Sekolah Rakyat Kabupaten Ngawi mengampu 220 siswa, dengan rincian 18 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 112 siswa SMA. Penjangkauan lanjutan masih terus berjalan, terutama untuk calon siswa tingkat sekolah dasar.
Sistem boarding school diterapkan guna memberikan pendidikan karakter intensif di samping kurikulum akademik. Penyelenggaraan sekolah ini memanfaatkan pemutakhiran data registrasi sosial ekonomi nasional untuk memastikan penanganan anak putus sekolah tepat sasaran.
Komitmen Pemerintah Daerah Ngawi
Pemerintah Kabupaten Ngawi menyatakan kesiapan untuk mengawal seluruh operasional sekolah, mulai dari pengawasan hingga pembinaan karakter peserta didik selama masa adaptasi awal.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh mendukung program strategis dari pemerintah pusat tersebut.
“Tentu kami di pemerintah daerah akan terus men-support apa yang menjadi komitmen kami bersama-sama dengan pemerintah pusat dalam rangka turut mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegas Ony.
Bagi warga setempat, hadirnya fasilitas pendidikan gratis lengkap dengan asrama ini menjadi solusi konkret atas keterbatasan ekonomi. Sartini, salah satu orang tua siswa asal Kecamatan Kendal, mengapresiasi pembukaan sekolah tersebut yang memberi kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan.**






