PENATIMES, SOLOK — Kementerian Sosial menyalurkan bantuan logistik senilai Rp253.862.860 untuk penanganan darurat korban banjir bandang di kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Bencana galodo yang terjadi pada Senin (21/9) pukul 19.45 WIB tersebut merusak puluhan rumah warga serta melumpuhkan sejumlah fasilitas pelayanan publik pemerintah daerah.
Wilayah lereng Gunung Talang dikenal memiliki topografi curam yang rentan mengalami pergerakan tanah saat curah hujan tinggi memicu luapan debit air sungai. Hujan deras yang mengguyur lokasi menyebabkan longsor pada bukit di sepanjang aliran Sungai Batang Laso. Material pasir, batu, dan lumpur terbawa arus hingga menerjang Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa pengerahan tim dan penyaluran logistik dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak selama masa tanggap darurat.
“Kementerian Sosial ditugaskan untuk membantu pada saat kedaruratan dengan dapur umum, dengan logistik yang ada di Kementerian Sosial, tentu bersama dengan lembaga yang lain,” ujar Saifullah Yusuf dalam keterangan resminya.
Rincian Distribusi Logistik dan Sebaran Pengungsi
Penyaluran bantuan dilakukan melalui dua titik distribusi utama, yakni Gudang Kemensos di Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat dan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang.
Gudang Dinas Sosial Sumatera Barat mendistribusikan bantuan senilai Rp75.509.310 yang terdiri dari 180 paket makanan siap saji, 80 paket makanan anak, 70 lembar selimut, 50 paket kasur, dan 30 paket tenda gulung. Sementara itu, BBPPKS Padang menyalurkan logistik senilai Rp178.353.550 mencakup 900 paket lauk pauk siap saji, 100 lembar kasur, 100 lembar selimut, 100 paket sandang anak, masing-masing 50 paket family kit dan kidsware, serta satu unit tenda serbaguna.
Data sementara mencatat 50 warga mengungsi di tiga titik penampungan, yaitu Mapolres Solok, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok, dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok. Bencana ini juga mengakibatkan empat warga mengalami luka-luka. Tiga korban mendapatkan perawatan medis atas luka ringan, sedangkan satu korban luka berat dirujuk ke rumah sakit di Kota Padang.
Kerusakan Infrastruktur dan Rencana Pemulihan Pasca-Bencana
Banjir bandang berdampak pada sekitar 100 unit rumah warga. Kerusakan berat melanda dua fasilitas pemerintahan, yakni Kantor Dinas PUPR dan Kantor DPMN Kabupaten Solok yang tertimbun material lumpur dan batu. Akses jalan utama Arosuka turut terputus akibat satu jembatan penghubung tertutup material longsor, sementara bangunan Masjid Kayu Aro mengalami kerusakan pada bagian sekitar area luar.
BPBD Kabupaten Solok masih melanjutkan proses pendataan dan verifikasi kerusakan fisik di lapangan. Penanganan darurat dijalankan secara terpadu di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Kita berada di belakang atau makmum dengan BNPB. Setelah kedaruratan selesai nanti kita membantu pemulihan sosial ekonominya,” kata Saifullah Yusuf.
Ia menambahkan, Kemensos akan mengalokasikan bantuan pemenuhan isi hunian bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berdasarkan hasil asesmen akhir. Skema penanganan tersebut diterapkan sesuai prosedur standar penyaluran bantuan bencana nasional.**






