“Ketika riuh malam nyaris merobek sepi, sebuah ketukan sigap meredam amarah dan memulihkan senyum di jantung Bulukumba.”
PENATIMES, BULUKUMBA – Malam baru saja menampakkan tabiat aslinya di Jalan W.R. Monginsidi, Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu, ketika riuh rendah suara manusia tiba-tiba merobek ketenangan lorong-lorong sunyi.
Bagi warga setempat, suara benturan emosi dan adu mulut yang memecah keheningan Rabu malam (28/10) itu adalah tanda bahaya yang menuntut kehadiran segera pihak berwenang.
Tak berselang lama, deru kendaraan patroli memecah pekat malam. Personil Unit Reaksi Cepat (URC) Ujung Bulu bersama piket fungsi bergerak sigap bagai bayangan pelindung.
Di bawah komando Wakapolsek Ujung Bulu, IPDA Ikhsan S., S.H., langkah-langkah tegap mereka menapaki tanah tempat sengketa meletup, memastikan bara api tidak sempat menjilat dinding-dinding permukiman warga.
Menjemput Damai di Balik Pintu Mapolsek
Alih-alih membiarkan ketegangan meruncing menjadi konflik berkepanjangan, petugas memilih jalan kearifan.
Kedua belah pihak yang sempat tersulut amarah diangkut dengan pendekatan persuasif menuju ruang dingin Mapolsek Ujung Bulu.
Di sana, di bawah sorot lampu putih ruangan pemeriksaan yang netral, proses mediasi digelar dengan melibatkan Bhabinkamtibmas Kelurahan Bentenge serta unsur pemerintah setempat.
Dinding-dinding kantor polisi malam itu mendadak saksi bisu bagaimana amarah diredam oleh kata-kata yang menyejukkan.
Pelan namun pasti, ego yang tadinya meninggi mulai melunak. Sapaan santun dan ruang dialog yang terbuka mencairkan kebekuan di antara dua kubu yang berseteru.
Komitmen Kepolisian dan Pesan Kesejukan
Kapolsek Ujung Bulu, IPTU Rudi Adri Purwanto, S.H., menegaskan bahwa langkah kilat anak buahnya merupakan manifestasi mutlak dari janji suci Polri.
Bagi institusi ini, melindungi dan mengayomi bukanlah sekadar slogan di atas kertas, melainkan denyut nadi yang harus dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Apabila terjadi permasalahan, kami mengimbau masyarakat agar mengedepankan penyelesaian secara baik-baik dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban. Segera laporkan kepada pihak kepolisian apabila membutuhkan bantuan,” tutur IPTU Rudi Adri Purwanto penuh penekanan.
Melalui malam yang berakhir damai itu, Polsek Ujung Bulu kembali membuktikan bahwa tangan negara selalu hadir tepat waktu.
Perselisihan berhasil dituntaskan secara kekeluargaan, sementara warga kini bisa kembali memejamkan mata dalam dekap rasa aman dan tenteram.*






