RAGAM  

Menyapa Fajar Bersama Warga, Langkah Sunyi Polres Bulukumba Merajut Kedamaian

Avatar photo
Foto: Kapolres Bulukumba, AKBP Stephanus Luckyto, A.W, S.I.K., S.H., M.Si, diatas mimbar/Penatimes/

“Di antara dinginnya embun fajar dan sunyi yang merayap, langkah kaki menyatu di Masjid Namirah, merajut asa dan damai dalam dekapan subuh Bulukumba.”

PENATIMES, BULUKUMBA — Langit Bulukumba masih menyisakan pekat ketika panggilannya bergemerincing lembut dari menara suci. Di Masjid Namirah, Sabtu pagi (31/10/2026), sebutir embun pagi seolah menjadi saksi atas sebuah perjumpaan yang sarat makna.

Jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Bulukumba, Komunitas Pejuang Subuh, serta warga berbondong-bondong melangkah dalam senyap. Mereka merapatkan shaf, menundukkan kepala dalam sujud panjang, menyambut fajar dengan ketundukan jiwa.

Program Subuh Keliling (Suling) Kamtibmas hadir bukan sekadar ritual harian. Ia menjelma menjadi jembatan batin yang mempererat ukhuwah antara korps berseragam cokelat dan masyarakat yang mereka lindungi.

Baca Juga:  Jangan Hanya Manis saat Dinilai! Bupati Bulukumba Tegaskan Mutu Layanan Rumah Sakit Harus Hidup Setiap Hari

Menempa Karakter Lewat Disiplin Subuh

Suasana kian menghangat tatkala Kapolres Bulukumba, AKBP Stephanus Luckyto, A.W, S.I.K., S.H., M.Si, melangkah ke mimbar. Dengan senyum hangat yang menyapa, ia mengajak para jamaah merenungi esensi dari bangun di sepertiga malam terakhir.

Bagi perwira menengah tersebut, melangkahkan kaki ke masjid sebelum mentari menampakkan wujudnya adalah ujian kedisiplinan yang tertinggi.

“Menurut saya, kegiatan ini mencerminkan kedisiplinan yang kuat. Bangun pagi bukan hal yang mudah, dibutuhkan tekad dan niat yang luar biasa,” tutur AKBP Stephanus Luckyto di hadapan para jamaah.

Baca Juga:  Bulukumba Jajal Teknologi Drainase Jepang Atasi Banjir

Ia menambahkan, salat Subuh berjamaah menumbuhkan tunas-tunas kemanusiaan. Sebab, sebaik-baik manusia di muka bumi ini adalah mereka yang menghadirkan manfaat bagi sesamanya.

Adab di Atas Ilmu, Damai di Atas Persaudaraan

Dalam kesempatan yang sama, tausiah sarat hikmah mengalir dari lisan Ustaz Bripda M. Ahriadi. Personel Satlantas Polres Bulukumba itu mengingatkan pentingnya menjaga keluhuran budi pekerti dalam berinteraksi sosial.

Pesan tersebut bersenyawa dengan visi kepolisian bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak akan tegak tanpa uluran tangan seluruh warga. Kepintaran, menurut sang Kapolres, kehilangan makna jika tidak dibingkai oleh adab yang mulia.

Baca Juga:  Baliho Dirusak, Panitia Turnamen Domino Harap Dukungan Masyarakat Bulukumba

“Sepintar-pintarnya manusia, kalau tidak memiliki karakter dan adab yang baik, belum dapat dikatakan sebagai manusia yang baik,” tegasnya penuh penekanan.

Kehangatan Nasi Kuning dan Senyum di Ujung Pagi

Rangkaian ibadah fajar itu ditutup dengan momen yang paling dinantikan. Sekat-sekat formalitas lebur seketika tatkala jajaran kepolisian dan masyarakat berbaur dalam satu lingkaran keakraban.

Tawa renyah berderai di teras masjid, disusul kebersamaan menikmati santapan nasi kuning hangat bersama-sama. Melalui program Suling Kamtibmas ini, Polres Bulukumba tidak hanya mengamankan wilayah, tetapi juga memeluk hati warga dalam kehangatan persaudaraan yang abadi.*