PENA Times –Pemerintah mempercepat jaminan kehalalan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG melalui sertifikasi halal terhadap ribuan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG di berbagai daerah.
Sebanyak 2.340 dapur SPPG tercatat telah mengantongi sertifikat halal berdasarkan data sistem Sihalal yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal.
Capaian tersebut menjadi bagian dari strategi nasional untuk memastikan makanan MBG tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga aman secara syariat.
“Saat ini data Sihalal mencatat sebanyak 2.340 SPPG telah bersertifikat halal. Dan jumlah ini tentu saja terus bertambah seiring percepatan, karena yang lainnya juga sedang berproses mengurus sertifikasi halal,” ujar Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan.
Strategi Sertifikasi Halal Dapur MBG
BPJPH menjalankan pola percepatan dengan menempatkan Penyelia Halal di setiap dapur SPPG sebagai pengawas langsung proses produksi pangan.
Setiap kepala dapur diwajibkan mengikuti pelatihan khusus agar mampu menjalankan fungsi Penyelia Halal sesuai standar jaminan produk halal.
Skema ini diterapkan secara paralel dengan penguatan kerja sama bersama lembaga pelatihan Jaminan Produk Halal di seluruh Indonesia.
Hingga kini, pelatihan tersebut telah menghasilkan 3.198 Penyelia Halal yang aktif mendukung operasional dapur MBG.
BPJPH menilai keberadaan Penyelia Halal menjadi instrumen utama dalam menjaga konsistensi standar bahan baku, proses produksi, hingga penyajian.
Pengawasan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan setiap potensi pelanggaran dapat segera ditangani di tingkat dapur.
Keberadaan sistem tersebut memungkinkan penerapan prinsip keterlacakan, keterbukaan, dan keandalan dari rantai pasok hingga makanan diterima penerima manfaat.
Program sertifikasi halal dapur MBG juga dikawal melalui koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Badan Gizi Nasional.
BPJPH menegaskan bahwa sertifikasi halal dalam program MBG bukan sekadar pemenuhan administratif, melainkan praktik nyata dalam operasional harian dapur.
Penguatan jaminan halal dinilai krusial mengingat MBG melibatkan rantai pasok panjang yang menyentuh kebutuhan dasar generasi masa depan bangsa. ***






