BGN Klarifikasi Video Viral Menu Program Makan Bergizi Gratis di Pamekasan

Avatar photo
Petugas menyiapkan paket makanan Program Makan Bergizi Gratis sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.
Petugas menyiapkan paket makanan Program Makan Bergizi Gratis sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.

PENATIMES – Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan penjelasan terkait video viral yang menampilkan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, pada Senin (9/3).

Video yang beredar di media sosial tersebut hanya menampilkan sebagian isi paket makanan sehingga memunculkan penilaian yang tidak utuh mengenai menu yang disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pamekasan Pademawu Buddagan.

Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menjelaskan laporan dari lapangan menunjukkan paket makanan yang disiapkan sebenarnya terdiri dari beberapa jenis menu.

Baca Juga:  Survei Indikator, 72 Persen Penerima MBG Puas

Menu tersebut meliputi lele marinasi, tahu dan tempe ungkep, roti pizza, telur rebus, susu full cream, serta buah naga.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, menu yang disiapkan SPPG sebenarnya lengkap, namun dalam video yang beredar hanya terlihat sebagian menu karena pihak sekolah menolak mengeluarkan paket makanan dari kendaraan distribusi,” kata Nanik di Jakarta, Selasa (10/3).

BGN Tegaskan Standar Gizi Program MBG Tetap Dijaga

BGN menegaskan bahwa setiap menu dalam Program MBG dirancang dengan memperhatikan keseimbangan gizi serta standar keamanan pangan yang telah ditetapkan.

Baca Juga:  Hidangan MBG Hadir di Buka Puasa Bersama MIN Bulukumba

Setiap laporan yang muncul di lapangan akan ditindaklanjuti melalui proses koordinasi dan evaluasi untuk memastikan pelayanan kepada penerima manfaat tetap berjalan sesuai ketentuan.

Nanik menyebut pengawasan dilakukan secara berkelanjutan mulai dari proses penyiapan hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.

BGN juga memastikan bahwa kualitas gizi dan keamanan pangan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program tersebut.

Sementara itu, Ahli Gizi SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan Fikri Kuttawakil menjelaskan penggunaan lele marinasi dalam menu MBG memiliki sejumlah pertimbangan dari sisi kandungan gizi.

Baca Juga:  Natuna Menggugah Hati! Anak TK Sumringah Nikmati MBG

Ia menyebut proses marinasi dilakukan untuk menjaga kandungan gizi ikan sekaligus meningkatkan asupan protein dalam menu harian penerima manfaat.

Fikri juga menjelaskan metode tersebut membantu menjaga ketahanan bahan makanan sehingga lele tetap layak dikonsumsi hingga satu hari setelah proses pengolahan.

SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan diketahui melayani sebanyak 3.329 penerima manfaat di wilayah tersebut.

Kelompok penerima manfaat tersebut terdiri dari siswa SMA, SMK, dan MA, siswa SMP dan MTs, anak PAUD dan TK, siswa SLB, tenaga pendidik, serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.