Program MBG Ciptakan Hampir 900 Ribu Lapangan Kerja

Avatar photo
MBG buka lapangan kerja. Foto Annisa
Pekerja MBG. Foto Annisa

PENA Times – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan dampak terhadap sektor lapangan kerja melalui pengoperasian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sekretaris Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN), Ermia Sofiyessi, mengungkapkan bahwa jumlah tenaga kerja baru yang terserap melalui SPPG telah melampaui 890 ribu orang.

“Capaian lapangan kerja baru di SPPG kita sudah mencapai 897.777,” ucap Ermia Sofiyessi di Jakarta, Jumat.

Baca Juga:  Terobosan Kuat PTPN IV PalmCo, Hilirisasi Ayam Perkuat MBG

Data BGN mencatat hingga 12 Februari 2026 sebanyak 21.897 SPPG telah beroperasi secara aktif di berbagai wilayah Indonesia.

Unit-unit layanan tersebut saat ini melayani sekitar 65 juta penerima manfaat yang mencakup siswa PAUD hingga SMA, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.

BGN menyampaikan bahwa proses pendaftaran pendirian SPPG telah dihentikan dan saat ini fokus diarahkan pada penyelesaian pembangunan fasilitas yang masih berjalan.

Baca Juga:  Program MBG Prabowo Bikin Ekonomi Bergerak dari Desa ke Kota

Target Lapangan Kerja Meningkat

Pemerintah menargetkan sebanyak 23.000 SPPG sudah dapat beroperasi penuh pada Maret 2026.

Untuk mendukung target tersebut, sekitar 5.000 SPPG masih berada dalam tahap pembangunan di berbagai daerah.

Sepanjang tahun 2025, total SPPG yang telah beroperasi tercatat mencapai 32.000 unit.

Tingginya partisipasi masyarakat mendorong BGN menaikkan target pembangunan SPPG pada 2026 menjadi 33.670 unit.

Sebanyak 25.400 unit akan dibangun di wilayah aglomerasi, sementara 8.270 unit lainnya dialokasikan untuk daerah terpencil.

Baca Juga:  Inovasi PEDAS Kunci MBG Tepat Sasaran Bagi 3B di Bulukumba

Selain penambahan infrastruktur, cakupan penerima manfaat Program MBG juga diperluas mulai Januari 2026.

Guru dan tenaga kependidikan yang sebelumnya belum terakomodasi kini resmi menjadi penerima manfaat MBG di lingkungan sekolah.

Perluasan Program MBG dinilai tidak hanya memperkuat ketahanan gizi nasional, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja berskala besar.