PENA Times – Jutaan warga Iran larut dalam suasana duka mendalam atas wafatnya Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei yang dikabarkan gugur dalam serangan militer Amerika Serikat dan Israel.
Kepergian tokoh sentral Revolusi Islam itu memicu gelombang kesedihan nasional yang menyebar dari kota-kota besar hingga wilayah pelosok Iran.
Di Isfahan, ribuan warga terlihat memadati jalan-jalan utama sambil membawa poster dan simbol duka untuk mengenang sosok yang mereka sebut sebagai martir bangsa.
Tangis dan doa mengiringi arak-arakan warga yang berkumpul secara spontan.
Terlihat keterikatan emosional masyarakat terhadap kepemimpinan Khamenei selama puluhan tahun.
Suasana serupa juga terjadi di luar Iran, ketika warga di ibu kota Irak, Baghdad, turun ke jalan menyampaikan solidaritas dan belasungkawa.
Aksi duka di Baghdad berlangsung di sejumlah titik, dengan massa membawa bendera dan potret Ayatollah Khamenei sebagai simbol penghormatan.
Pernyataan Keamanan Nasional Iran
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menegaskan bahwa upaya Israel untuk memecah belah Iran tidak akan berhasil.
Ia menyatakan berbagai skema yang dirancang untuk melemahkan Republik Islam sejauh ini selalu gagal karena persatuan rakyat Iran tetap terjaga.
Larijani menegaskan bangsa Iran tidak akan membiarkan pihak luar menciptakan perpecahan di tengah situasi krisis yang sedang dihadapi.
Pemerintah Iran terus menyerukan persatuan nasional di tengah duka mendalam, sembari menyiapkan langkah-langkah lanjutan menghadapi eskalasi konflik regional. ***






