PENATIMES, BULUKUMBA — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba menyelenggarakan pembekalan manasik kesehatan sekaligus pemeriksaan medis lanjutan bagi Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Bulukumba proyeksi keberangkatan tahun 2027, Rabu (7/10/2026). Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 5 hingga 16 Oktober 2026 ini dirancang untuk memastikan kesiapan fisik jemaah sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi.
Pemeriksaan medis dan edukasi ini sejalan dengan kebijakan nasional penetapan syarat istitha’ah kesehatan, di mana setiap calon jemaah wajib memenuhi standar kriteria medis ketat guna meminimalkan risiko mortalitas dan morbiditas di Tanah Suci.
Mitigasi Komorbid dan Risiko Cuaca Ekstrem
Pemateri manasik kesehatan RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja, Hj. Erwa Nurwaji, S.Kep.Ns., menjelaskan bahwa pembekalan berfokus pada pencegahan penyakit menular serta pengelolaan penyakit penyerta (komorbid) yang diidap calon jemaah.
Materi pemaparan mencakup langkah penanganan dini terhadap potensi gangguan kesehatan yang sering melanda jemaah di Arab Saudi, seperti dehidrasi, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), kelelahan ekstrem, hingga heat stroke. Jemaah diimbau menjaga pola konsumsi cairan, mengonsumsi nutrisi seimbang, serta disiplin beristirahat.
Salah satu peserta CJH asal Kecamatan Ujung Loe, Drs. Asdar, menilai pembekalan teknis ini meningkatkan pemahaman jemaah mengenai kondisi riil iklim di Arab Saudi. Edukasi tersebut dinilai memberikan panduan praktis dalam mengantisipasi perubahan cuaca ekstrem secara mandiri.
Pemenuhan Standar Kesehatan Jemaah Haji
Humas RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, Maksum Tantu, menyatakan bahwa pemahaman medis sama krusialnya dengan kesiapan ibadah secara spiritual. Pembekalan manasik kesehatan dihadirkan untuk membangun daya tahan tubuh jemaah melalui pemahaman preventif.
“Manasik kesehatan ini memberikan pemahaman kepada calon jemaah mengenai cara menjaga daya tahan tubuh, mengenali gejala penyakit, menjaga hidrasi dan nutrisi, serta mengantisipasi kondisi kesehatan yang dapat terjadi selama berada di Tanah Suci,” ujar Maksum.
Ia menambahkan, rangkaian pembekalan ini ditujukan untuk memicu kesadaran medis jemaah dalam menghadapi dinamika iklim maupun beban aktivitas fisik yang tinggi di Arab Saudi.
“Harapannya, calon jemaah tidak hanya siap secara spiritual, tetapi juga siap secara fisik dan kesehatan. Dengan kondisi kesehatan yang terjaga, jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lebih aman, nyaman, dan khusyuk,” tuturnya.*






