“Ratusan senyum merekah di Bontomacinna saat kepakaran dokter spesialis hadir memeluk warga, mendekatkan asa kesembuhan tanpa batas jarak.”
PENATIMES, BULUKUMBA — Dua ratus helai napas lega berembus pelan di hamparan Desa Bontomacinna. Selama dua hari pertengahan Oktober, lanskap perdesaan yang berjarak dari riuk pusat kota itu mendadak hangat oleh hadirnya balai kesembuhan.
Warga yang kerap meredam keluhan fisik lantaran panjangnya jarak menuju Kota Bulukumba, kini mendapati pintu konsultasi medis terbuka lebar tepat di hadapan mereka.
Melalui panggung Jambore Pelayanan Publik Sesi IV yang digagas Pemerintah Kabupaten Bulukumba pada 21–22 Oktober 2026, RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja menerjunkan jajaran tenaga ahlinya. Rumah sakit pelat merah ini memboyong enam kepakaran dokter spesialis sekaligus untuk menyapa langsung denyut kesehatan masyarakat setempat.
Menembus Benteng Geografis Demi Pelukan Medis
Kehadiran stan RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja bak oase di tengah dahaga warga akan pemeriksaan medis yang bermutu. Enam pilar pelayanan spesialis—mulai dari Kebidanan dan Kandungan (Obgyn), THT, Kulit dan Kelamin, Mata, Gigi, hingga bimbingan Gizi—menjadi tumpuan tempat warga mengadu.
Tidak hanya sekadar menyodorkan stetoskop atau resep obat, para tenaga medis merawat pemahaman warga lewat edukasi mendalam. Masyarakat diajak menyelami betapa krusialnya tindakan deteksi dini serta pemeliharaan kebugaran tubuh secara berkelanjutan.
Kepala Bagian Administrasi Umum dan Kepegawaian RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja, Andi Mappijeppu, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa langkah ini adalah ikhtiar merobohkan sekat jarak antara faskes rujukan dan warga perdesaan.
“Langkah ini merupakan wujud nyata kemanusiaan untuk mendekatkan jemari pelayanan medis kepada warga. Kami ingin masyarakat dapat meneguk manfaat pemeriksaan dan konsultasi dokter spesialis tanpa harus menempuh perjalanan jauh menuju jantung Kota Bulukumba,” tutur Andi Mappijeppu.
Edukasi dan Komitmen Kemanusiaan yang Merata
Antusiasme tinggi yang ditunjukkan 200 pengunjung mempertegas betapa krusialnya kepedulian yang merata hingga ke pelosok. Selain konsultasi spesialis, ruang pemeriksaan umum dan penimbangan status gizi turut disbuai warga dari berbagai tingkatan usia.
Partisipasi aktif RSUD Bulukumba dalam agenda tahunan ini menjadi cermin komitmen rumah sakit dalam memanusiakan pelayanan publik. Kesembuhan tak lagi menjadi barang mewah yang terisolasi di balik dinding-dinding kokoh gedung perkotaan, melainkan hak dasar yang hadir hangat di tengah pemukiman warga.
Melalui bakti di Bontomacinna, RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja terus merajut asa: membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya cek kesehatan rutin, sembari memancarkan wajah pelayanan medis yang profesional, humanis, dan selalu dekat di hati rakyat.*






