“Kala langkah aparat menyatu dalam kidung doa, Bulukumba merajut damai lintas iman dengan penuh ketulusan.”
PENATIMES, BULUKUMBA – Hari baru merangkak naik di bawah langit Bulukumba yang tenang. Di Jalan S. Majidi, Kelurahan Loka, Kecamatan Ujung Bulu, denyut pagi berpadu dengan keheningan yang suci.
Di dalam bangunan Gereja Toraja, umat Kristiani bersiap melabuhkan doa, menengadah memohon ketenangan jiwa. Di luar dinding-dinding itu, langkah-langkah tegap hadir tanpa suara gaduh.
Kehadiran yang Menghadirkan Rasa Aman
Kapolsek Ujung Bulu, Iptu Rudi Adri Purwanto, S.H., bersama para personelnya berdiri di garis depan pengamanan ibadah Minggu Kasih. Mereka tidak sekadar berjaga mengawasi keadaan, melainkan melebur dalam suasana khidmat.
Kehadiran seragam Polri di sana menjelma menjadi payung keteduhan. Tujuannya satu: memastikan setiap bait doa terlambung tanpa rasa cemas, dalam lindungan rasa aman yang utuh.
Suara Hati dari Ujung Bulu: Merawat Harmoni
Bagi Iptu Rudi Adri Purwanto, pengamanan ini melampaui batas-batas tugas administratif semata. Ini adalah janji moral untuk merawat kehidupan beragama yang toleran dan damai di Bumi Panrita Lopi.
“Kami memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan aman dan lancar,” ungkap Iptu Rudi di sela pemantauannya.
Ia menambahkan bahwa komitmen ini adalah wujud nyata pelayanan Polri agar umat dapat beribadah dengan tenang.
“Pengamanan ini adalah bentuk komitmen kami dalam memberikan ruang yang lapang bagi masyarakat untuk bersandar dalam doa,” lanjutnya.
Menanam Benih Kerukunan di Tanah Bulukumba
Menutup rangkaian pengamanan hari itu, Iptu Rudi melayangkan ajakan hangat kepada seluruh warga Bulukumba. Ia mengingatkan bahwa kebhinekaan adalah tenunan indah yang harus dijaga bersama-sama.
“Mari terus menjaga kerukunan, saling menghormati, dan memelihara toleransi demi terciptanya situasi kamtibmas yang harmonis di Bulukumba,” pesannya penuh makna.*






