SPPG Polri Perkuat Ketahanan Pangan 2026

Avatar photo
Kapolri Listyo Sigit Prabowo memaparkan SPPG Polri
Kapolri Listyo Sigit Prabowo memaparkan SPPG Polri. Foto dok

PENA Times – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkuat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui penerapan kemandirian pangan sebagai fondasi utama penguatan rantai pasok bahan baku Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Langkah tersebut disampaikan Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat peresmian dan groundbreaking 1.179 SPPG serta 18 gudang ketahanan pangan Polri oleh Presiden Prabowo Subianto di Jakarta Barat.

Kapolri mencontohkan SPPG Polda Metro Jaya yang mengelola lahan seluas 49 hektare sebagai basis produksi pangan mandiri.

Di kawasan tersebut, tersedia tambak berisi 102.000 ekor ikan bandeng, nila, dan mujair, serta 600.000 ekor udang untuk mendukung pasokan protein harian.

Baca Juga:  Fantastis, Anggaran MBG Rp60 Triliun Genjot Ekonomi Nasional

Fasilitas peternakan juga disiapkan dengan populasi 1.000 ekor ayam dan 100 ekor kambing sebagai bagian dari sistem produksi terpadu.

“Tambak dan kandang ini akan membentuk siklus rantai pakan yang berkelanjutan,” kata Kapolri.

Ekosistem Pangan Terpadu SPPG Polri

Selain sektor perikanan dan peternakan, SPPG Polda Metro Jaya mengembangkan tanaman hidroponik serta sistem biofloc yang terus ditingkatkan.

Model serupa juga diterapkan di SPPG Polda DI Yogyakarta melalui keberadaan pabrik pakan ayam, kandang ternak, greenhouse, serta gudang sentral distribusi.

Baca Juga:  BGN Percepat Penyusunan Regulasi Satu Data

Kapolri menargetkan seluruh SPPG Polri ke depan memiliki ekosistem rantai pasok mandiri guna menjaga kontinuitas pasokan, stabilitas harga, dan mutu bahan baku.

Penguatan ekosistem ini diarahkan untuk menciptakan dampak berganda melalui pelibatan petani, peternak, UMKM, dan pelaku logistik lokal.

Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Dari sisi standar operasional, ratusan SPPG Polri telah mengantongi sertifikat laik higienis sanitasi, sertifikat halal, serta sertifikat uji laboratorium air.

Untuk mendukung standar tersebut, setiap SPPG dilengkapi peralatan pengolahan air, pengelolaan limbah, serta sistem penyajian makanan berbasis sanitasi ketat.

Baca Juga:  BGN Dorong Gapembi Sulsel Sukseskan Program MBG

Prinsip keamanan pangan diterapkan melalui pengujian bahan makanan menggunakan test kit sebagai bagian dari pengendalian mutu.

Polri juga mengembangkan Farmapol Pusdokkes sebagai produsen food safety kit dengan kapasitas awal 400 unit per bulan.

Dalam jangka menengah, kapasitas produksi ditargetkan mampu melayani 1.500 SPPG Polri, dan meningkat hingga 33.000 SPPG secara nasional.

Peresmian SPPG dan gudang ketahanan pangan tersebut turut dihadiri sejumlah menteri dan kepala lembaga sebagai penegasan komitmen lintas sektor dalam memperkuat program pemenuhan gizi nasional. ***