PENATIMES – Sebuah video yang memperlihatkan prajurit TNI melakukan uji tembak rudal di perairan Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, ramai beredar di media sosial dan memicu berbagai spekulasi di tengah warganet.
Video tersebut memperlihatkan proses peluncuran rudal Chiron dari darat ke arah sasaran udara di laut lepas.
Unggahan itu menjadi perbincangan luas karena muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya konflik antara Iran dan Israel yang mendapat dukungan dari Amerika Serikat.
Narasi dalam unggahan tersebut tidak menyertakan keterangan waktu kejadian sehingga sebagian warganet mengaitkannya dengan dugaan persiapan militer Indonesia menghadapi kemungkinan konflik global.
Salah satu akun Instagram bernama balikpapanfolks mengunggah video itu pada 10 Maret 2026 dengan keterangan yang menyebutkan bahwa prajurit TNI sedang meluncurkan rudal jenis Chiron saat latihan militer di perairan Bulukumba.
“Detik-detik prajurit TNI meluncurkan rudal jenis Chiron di perairan Bulukumba saat latihan militer. Uji tembak ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan dan kemampuan pertahanan udara Indonesia,” demikian narasi yang dituliskan dalam unggahan tersebut.
Dalam video itu juga terlihat proses penembakan rudal yang berhasil mengenai sasaran berupa drone udara.
Unggahan tersebut kemudian memicu berbagai komentar dari warganet yang membandingkan kemampuan persenjataan Indonesia dengan negara lain.
Salah satu pengguna media sosial bahkan menuliskan komentar bernada kritik dengan membandingkan kemampuan rudal Indonesia dengan milik Iran.
Cek Fakta
Namun setelah ditelusuri lebih lanjut, video yang beredar tersebut bukanlah peristiwa terbaru.
Berdasarkan penelusuran PENATIMES melalui arsip pemberitaan resmi Pemerintah Kabupaten Bulukumba, latihan penembakan rudal tersebut berlangsung pada 13 Juli 2017.
Kegiatan latihan militer itu digelar di kawasan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Kelurahan Tanah Lemo, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba.
Latihan tersebut dilakukan oleh satuan Korps Pasukan Khas atau Paskhas dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara.
Kegiatan uji coba alutsista tersebut saat itu dipimpin langsung oleh Komandan Korps Paskhas, T. Seto Purnomo.
Dalam latihan tersebut, prajurit melakukan uji tembak sistem pertahanan udara menggunakan rudal Chiron Surface-to-Air Missile serta meriam pertahanan udara Oerlikon Skyshield.
Saat simulasi berlangsung, tiga unit drone diterbangkan sebagai target latihan.
Rudal Chiron terlebih dahulu diarahkan untuk mengejar dan menghancurkan sasaran berupa flare atau gumpalan api yang dilepaskan dari drone yang terbang di udara.
Setelah itu, giliran meriam Oerlikon Skyshield yang digunakan untuk menghancurkan drone sasaran dalam simulasi pertahanan udara tersebut.
Meriam Oerlikon Skyshield berkaliber 35 milimeter merupakan sistem penangkis serangan udara buatan Swiss yang dapat diintegrasikan dengan berbagai sistem radar dan rudal pertahanan.
Sementara rudal Chiron merupakan sistem rudal darat ke udara buatan Korea Selatan yang pada saat itu termasuk alutsista baru di lingkungan TNI AU.
Rudal ini memiliki jangkauan tembak maksimum sekitar tujuh kilometer dengan jarak efektif antara tiga hingga lima kilometer serta mampu menjangkau target pada ketinggian sekitar 3,5 kilometer.
Bobot rudal Chiron sekitar 20 kilogram dengan diameter sekitar 80 milimeter dan dirancang untuk menghadapi ancaman udara seperti pesawat rendah, helikopter, maupun drone.
Dengan demikian, video yang beredar di media sosial tersebut merupakan rekaman latihan militer lama yang dilakukan pada tahun 2017, bukan latihan terbaru yang berkaitan dengan situasi geopolitik saat ini.






