penatimes.com/ – Gempuran udara kembali mengguncang Gaza selatan. Pesawat tempur Israel dilaporkan mengebom wilayah Rafah pada Senin (20/10/2025), hanya beberapa hari setelah kesepakatan gencatan senjata diumumkan.
Menurut laporan media lokal, serangan tersebut menargetkan area yang diduga menjadi basis kelompok milisi Yasser Abu Shabab, yang disebut-sebut mendapat dukungan dari Israel.
Kelompok ini dituding terlibat dalam pencurian bantuan kemanusiaan serta bentrok dengan pejuang Hamas.
Sementara itu, Channel 14 melaporkan terjadi ledakan di sebuah kendaraan militer Israel di kawasan yang sama.
Menyusul insiden tersebut, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu agar memerintahkan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melanjutkan operasi militer berskala penuh.
Ia kembali menegaskan sikap kerasnya terhadap Hamas dengan menyebut kelompok itu sebagai “organisasi teroris Nazi” yang “harus dihancurkan sepenuhnya.”
Di sisi lain, akun X @RyanRozbiani melaporkan bahwa sejak 11 Oktober, Israel telah melakukan sedikitnya 50 pelanggaran gencatan senjata, mencakup serangan artileri, drone, tank, dan quadcopter.
Rentetan pelanggaran tersebut menyebabkan 84 warga Palestina gugur dan puluhan lainnya luka-luka.
Perdana Menteri Netanyahu juga mengonfirmasi bahwa perlintasan perbatasan Rafah tetap ditutup hingga waktu yang belum ditentukan.
Kebijakan ini menimbulkan kecaman karena bertentangan dengan poin kesepakatan gencatan senjata yang mewajibkan pembukaan akses kemanusiaan bagi pengiriman makanan dan obat-obatan ke Gaza. ***






