PENA Times – Media penyiaran di Israel melaporkan persiapan awal penempatan pasukan Indonesia (TNI) di Jalur Gaza sebagai bagian dari rencana pembentukan pasukan internasional penjaga keamanan.
Laporan tersebut disampaikan oleh kanal publik KAN yang menyebut langkah lapangan telah berjalan untuk mendukung pengerahan pasukan asing dari Indonesia.
KAN menyebut pasukan Indonesia akan bergabung dalam misi yang disebut sebagai “stabilization force” guna menjaga kondisi keamanan pascaperang di Gaza.
Menurut laporan itu, wilayah di antara Rafah dan Khan Younis di Gaza selatan telah ditetapkan sebagai zona penempatan pasukan.
Pembangunan fasilitas hunian dan sarana pendukung bagi pasukan tersebut diperkirakan memerlukan waktu beberapa pekan sebelum siap digunakan.
Sumber yang dikutip media Israel memperkirakan jumlah personel Indonesia yang terlibat mencapai beberapa ribu tentara.
Penempatan Pasukan Asing Jalur Gaza
Perencanaan awal disebut telah dibahas bersama pemerintah Indonesia, termasuk skema masuk pasukan ke Gaza dan pengaturan logistik selama bertugas.
Radio Israel melaporkan Indonesia diproyeksikan menjadi negara pertama yang mengirim pasukan asing ke Gaza dalam kerangka pasukan stabilisasi.
Hingga kini belum ada kepastian jadwal kedatangan pasukan maupun pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia terkait laporan tersebut.
Israeli channel KAN reports that field preparations have begun for the deployment of Indonesian troops in Gaza as part of a proposed international “stabilization force.”
The report says a zone between Rafah and Khan Younis has been designated for the force, with construction of… pic.twitter.com/QnsfLbCVtM
— Quds News Network (@QudsNen) February 9, 2026
Pasukan Stabilitas Internasional dirancang memiliki kewenangan menjaga keamanan wilayah, melakukan pelucutan senjata, serta mengamankan distribusi bantuan kemanusiaan.
Selain itu, pasukan ini juga akan mengawal masuknya material rekonstruksi ke Gaza yang mengalami kerusakan luas akibat konflik.
Rencana pengerahan pasukan tersebut menjadi bagian dari tahap lanjutan proposal Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri perang di Gaza.
הכוח הזר הראשון בדרך לעזה: היערכות לקליטת אלפי חיילים מאינדונזיה ברצועה | פרסום ראשון של @kaisos1987 @ItayBlumental #מהדורתכאןחדשות עם @TaliMoreno_ pic.twitter.com/bcsEBAvYzG
— כאן חדשות (@kann_news) February 9, 2026
Tahap lanjutan itu mengacu pada rencana 20 poin yang didukung Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803 tertanggal 17 November 2025.
Gedung Putih sebelumnya mengumumkan pembentukan struktur pemerintahan transisi Gaza pada 16 Januari 2026.
Struktur tersebut mencakup Dewan Perdamaian, Dewan Eksekutif Gaza, Komite Nasional Pengelolaan Gaza, serta Pasukan Stabilitas Internasional.
Gencatan senjata sejak 10 Oktober 2025 mengakhiri perang dua tahun yang menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina.
Konflik tersebut juga melukai lebih dari 171.000 orang dan merusak sekitar 90 persen infrastruktur sipil Gaza.
Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan kebutuhan dana rekonstruksi Gaza mencapai sekitar 70 miliar dolar Amerika Serikat.






