Terobosan Kuat PTPN IV PalmCo, Hilirisasi Ayam Perkuat MBG

Avatar photo
PTPN IV PalmCo siapkan lahan poultry di Paser untuk hilirisasi ayam terintegrasi guna mendukung MBG dan menggerakkan ekonomi rakyat.
PTPN IV PalmCo siapkan lahan poultry di Paser untuk hilirisasi ayam terintegrasi guna mendukung MBG dan menggerakkan ekonomi rakyat.

PenaTimes.com – PT Perkebunan Nusantara atau PTPN IV PalmCo menyiapkan lahan poultry di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, sebagai bagian dari penguatan hilirisasi ayam terintegrasi nasional.

Inisiatif ini diarahkan untuk menopang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan di daerah.

Direktur Strategy & Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, menyampaikan bahwa perusahaan mengambil peran penting dalam pelaksanaan groundbreaking proyek strategis tersebut.

Proyek ini berada di bawah koordinasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara dengan nilai investasi nasional mencapai sekitar 7 miliar dolar Amerika Serikat.

Baca Juga:  Giliran HIPMI Bulukumba Tolak Penutupan Dapur MBG

Ugun menegaskan bahwa PTPN IV tidak terlibat dalam pembiayaan investasi dan hanya berperan sebagai penyedia aset lahan yang siap dikembangkan.

Hilirisasi Ayam Terintegrasi Nasional

Perusahaan menyediakan lahan perkebunan strategis yang dikonversi menjadi kawasan peternakan modern terintegrasi.

“Posisi PTPN IV di sini adalah menyediakan aset lahan perkebunan kami yang strategis untuk dikonversi menjadi kawasan peternakan modern terintegrasi,” tegas Ugun.

Pendanaan proyek sepenuhnya bersumber dari ekosistem investasi yang dikelola Danantara dengan melibatkan BUMN sektor pangan.

Model kerja sama yang diterapkan berbasis kemitraan, di mana operasional teknis dijalankan oleh mitra ahli dan BUMN pangan seperti ID FOOD serta melibatkan koperasi dan UMKM lokal.

Baca Juga:  Data Terbaru BGN, 21.897 SPPG Telah Melayani MBG

Fokus awal pengembangan di Paser diarahkan pada pembangunan fasilitas parent stock dengan 14 kandang modern berteknologi closed house.

Fasilitas tersebut dirancang menampung hingga 140.000 indukan ayam untuk memproduksi sekitar 10 juta bibit ayam per tahun.

Keberadaan fasilitas ini diharapkan memutus ketergantungan pasokan dari Pulau Jawa dan menekan biaya distribusi di Kalimantan.

Ugun menyebut dampak ekonomi proyek ini tidak terbatas pada produksi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan UMKM sekitar.

Baca Juga:  BGN Klarifikasi Video Viral Menu Program Makan Bergizi Gratis di Pamekasan

Sekretaris Daerah Kabupaten Paser, Katsul Wijaya, menilai kesiapan lahan PalmCo menjadi faktor penting dalam penetapan daerahnya sebagai sentra produksi.

Pemerintah pusat menempatkan Paser sebagai satu dari enam lokasi pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi nasional bersama Malang, Bone, Gorontalo Utara, Sumbawa, dan Lampung Selatan.

Program ini ditujukan untuk memperkuat swasembada protein nasional serta mengurangi ketergantungan impor parent stock.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menegaskan bahwa inisiatif ini dirancang membangun ekosistem pangan yang stabil dan berkelanjutan.