IMSO 2026 Depok Ditutup, Juri Soroti Kekeliruan Konsep Peserta

Avatar photo
Foto: Penutupan acara International Mathematics and Science Olympiad IMSO 2026 di PPSDM Kemendikdasmen Depok Jawa Barat/ Nurlaili/

PENATIMES, DEPOK — Gelaran International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 resmi berakhir di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Depok, Jawa Barat, Selasa (6/10/2026). Di balik persaingan ketat 207 peserta dari 23 negara, komite akademik mencatat sejumlah evaluasi krusial terkait penguasaan konsep dasar sains serta matematika para siswa.

Sejak pertama kali diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia pada 2004 di Jakarta, IMSO dirancang sebagai tolok ukur standar penalaran tingkat tinggi bagi siswa sekolah dasar tingkat dunia. Pada penyelenggaraan tahun ini, tingkat kesulitan soal melonjak dibanding edisi sebelumnya guna menguji ketangguhan berpikir kritis para peserta.

Evaluasi Komite Sains: Kekeliruan Konsep dan Pengolahan Data Grafik

Laporan Komite Akademik Bidang Sains menunjukkan bahwa pemahaman teori peserta secara umum berada di kategori baik. Namun, dewan juri menemukan kekeliruan mendasar pada materi spesifik, seperti penyajian grafik, konsep gravitasi dan percepatan, arus dan hambatan listrik, proses penguapan dan kondensasi, serta pemisahan unsur, senyawa, dan campuran.

Pada babak ujian eksperimen, juri mengapresiasi kemampuan komunikasi dan kerja sama tim. Meski demikian, kecenderungan peserta yang lebih mengandalkan pengamatan visual ketimbang analisis berbasis konsep ilmiah masih menjadi catatan evaluasi. Sebagian peserta juga tercatat mengalami kendala saat mentransformasikan data lapangan menjadi grafik yang akurat.

Walau terdapat catatan akademis, persaingan berebut medali berlangsung sangat ketat. Tim juri mengonfirmasi bahwa selisih nilai antara peraih medali perak dan perunggu berada pada margin yang tipis.

Rata-rata Skor Matematika 24,43 akibat Peningkatan Kompleksitas Soal

Dari cabang matematika, peserta diuji melalui tiga tahapan kompetisi, meliputi isian singkat, uraian, dan eksplorasi. Format ujian dirancang untuk menguji kelancaran matematis, penalaran logis, serta pemecahan masalah secara kreatif.

Komite Akademik Bidang Matematika mencatat rerata skor keseluruhan peserta berada di angka 24,43 dari nilai tertinggi individu sebesar 65. Tingginya tingkat kesulitan soal sengaja dirancang untuk mendorong siswa keluar dari pola penyelesaian masalah yang konvensional.

Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Manajemen dan Kelembagaan, Didik Suhardi, menegaskan pentingnya ajang ini sebagai ruang pembentukan mental kompetitif.

“Saya mengucapkan selamat kepada para peserta yang telah meraih prestasi luar biasa dan medali emas. Bagi kami, seluruh peserta adalah anak-anak muda hebat yang telah mempersiapkan diri untuk menjadi yang terbaik,” ujar Didik saat penutupan acara.

Rangkaian kegiatan IMSO ke-23 yang berlangsung selama enam hari tersebut tidak hanya diisi dengan ujian tertulis dan praktikum, tetapi juga melingkupi seminar internasional, malam kebudayaan, serta wisata edukasi ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Ketua Umum IMSO, Raden Ridwan Hasan Saputra, menyampaikan bahwa nilai persahabatan dan ketangguhan mental selama kompetisi melampaui capaian fisik berupa medali.

“IMSO jauh lebih dari sekadar kompetisi. Ini adalah sebuah keluarga besar internasional yang dipersatukan oleh semangat penemuan dan rasa saling menghormati,” tutur Ridwan.*