PENATIMES, BULUKUMBA — Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba menjangkau 2.884 warga Kecamatan Kajang melalui 16 jenis pelayanan kesehatan gratis dalam kegiatan Jambore Pelayanan Publik di Lapangan Desa Tambangan, 7–8 Oktober 2026.
Langkah jemput bola ini difokuskan pada deteksi dini penyakit menular dan tidak menular di wilayah yang jauh dari pusat kota. Penguatan akses ini sejalan dengan arah kebijakan transformasi layanan primer Kementerian Kesehatan RI yang mendorong pemenuhan akses skrining kesehatan hingga tingkat desa.
Rekapitulasi Partisipasi Warga Kajang dalam Skrining Kesehatan
Berdasarkan data rekapitulasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba, pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencatatkan partisipasi tertinggi yakni 533 peserta. Skrining kesehatan jiwa menyerap 514 peserta, diikuti kegiatan Posyandu Era Baru sebanyak 513 peserta.
Di samping itu, petugas medis menjaring 509 warga dalam skrining tuberkulosis (TB), dengan 24 orang di antaranya menjalani pengambilan sampel dahak secara langsung di lokasi.
“Pelayanan kesehatan merupakan pelayanan dasar yang sangat penting. Melalui Jambore Pelayanan Publik ini, kami berupaya mendekatkan berbagai layanan kesehatan kepada masyarakat sehingga mereka lebih mudah mengakses pemeriksaan, mendapatkan edukasi, serta mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba, dr. Amrullah.
Jenis Layanan Kesehatan Dasar yang Diberikan
Selain pencegahan penyakit menular, kegiatan ini memfasilitasi 330 warga dalam agenda senam kesehatan, 175 peserta pada penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), dan 82 warga lansia pada pemeriksaan khusus.
Layanan khusus ibu dan anak mencakup antenatal care (ANC) serta skrining kelayakan kehamilan bagi 51 ibu hamil, imunisasi kejar, pemantauan pertumbuhan anak, dan pemberian tablet tambah darah (TTD).
Dinas Kesehatan Bulukumba juga membuka posko donor darah, konsultasi dokter umum, penanganan kegawatdaruratan, sosialisasi Griya Sehat, hingga pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi warga awam. Integrasi seluruh fasilitas ini ditujukan untuk memangkas jarak geografis warga Kajang dalam mengakses pemenuhan administrasi dan layanan kesehatan dasar.






