PENATIMES, BULUKUMBA — Sebanyak 67 kantong darah berhasil dihimpun dalam aksi kemanusiaan yang digelar RSUD H. Andi Sulthan Daeng. Radja bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bulukumba di Gedung Pusat Jantung Terpadu, Sabtu (17/10/2026). Aksi sosial ini diselenggarakan guna memperingati Hari Jadi ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan sekaligus memperkuat stok pasokan darah daerah.
Dari total 120 pendaftar yang mengikuti pemeriksaan kesehatan awal, sebanyak 53 peserta dinyatakan belum memenuhi syarat medis untuk melakukan pendarahan donor. Uniknya, sekitar 90 persen dari peserta yang lolos skrining merupakan pendonor pemula dari kalangan pegawai rumah sakit dan masyarakat umum.
Lonjakan Pendonor Pemula dan Evaluasi Medis
Direktur RSUD H. Andi Sulthan Daeng. Radja Bulukumba, dr. H. Rizal Ridwan Dappi, Sp.OG, mengonfirmasi bahwa dominasi pendonor baru menjadi indikator positif terhadap peningkatan kesadaran donor darah di Bulukumba.
“Alhamdulillah, antusiasme pegawai rumah sakit cukup baik. Sekitar 90 persen pendonor hari ini merupakan pendonor pertama,” ujar Rizal yang juga menjabat Ketua Bidang Unit Donor Darah PMI Bulukumba.
Rizal menambahkan bahwa sejumlah tenaga kesehatan belum dapat berpartisipasi karena terhalang aturan interval waktu donor. Berdasarkan standar Pelayanan Transfusi Darah (Permenkes No. 91 Tahun 2015), jarak aman antar-donor darah lengkap ditetapkan minimal 2 bulan atau 60 hari demi menjaga kadar hemoglobin serta volume darah donor kembali normal.
“Ke depan, kami berharap partisipasi semakin meningkat, termasuk dari tenaga kesehatan yang belum memenuhi jadwal donor karena belum mencapai interval waktu yang dipersyaratkan,” kata Rizal.
Perluasan Titik Donor Darah di Kabupaten Bulukumba
Kegiatan bertema “Setetes Darah, Sejuta Harapan” ini dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Bulukumba, Hj. Andi Harfida Attas. Dalam peninjauannya, Harfida mendorong masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai gaya hidup sehat yang rutin.
“Setiap kantong darah yang disumbangkan memiliki arti penting bagi pasien yang membutuhkan transfusi, baik dalam kondisi darurat, menjalani operasi, maupun dalam proses pengobatan tertentu,” ungkap Harfida saat menyapa para peserta di lokasi.
Aksi pengumpulan darah dalam rangkaian HUT ke-357 Sulsel ini tidak berhenti di RSUD H. Andi Sulthan Daeng. Radja. Serangkaian kegiatan donor darah lanjutan dijadwalkan berlangsung secara bergantian hingga 21 Oktober 2026 di tiga titik strategis lain, yakni RS Ibu dan Anak Yasira Bulukumba, RSUD H. Andi Makarodda, serta Kampus STIKES Panrita Husada Bulukumba.*






