PENATIMES, BULUKUMBA — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bulukumba mengonsolidasikan seluruh kader kecamatan hingga desa untuk membendung ancaman sosial dan kesehatan masyarakat di Ruang Kahayya, Lantai 4 Gedung Pinisi, Senin (19/10/2026).
Langkah tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi yang memadukan sosialisasi pencegahan adiksi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) serta penjaminan kesehatan reproduksi dari BPJS Kesehatan. Potret ini menegaskan pergeseran peran kader PKK sebagai garda terdepan mitigasi risiko di tingkat domestik.
Strategi Cepat Menangkal Adiksi Modern dan Judi Online
Kepala Balai Rehabilitasi BNN Baddoka Makassar, dr. Iman Firmansyah, menegaskan bahwa adiksi merupakan gangguan kompleks pada fungsi otak yang memicu perubahan perilaku, emosi, serta pola pikir secara signifikan.
Dalam peta kejahatan modern, spektrum ketergantungan tidak lagi terbatas pada zat narkotika konvensional. Fenomena adiksi kini merambah pada perilaku digital, mulai dari gawai, gim daring, media sosial, hingga judi patologis (online gambling) yang berpotensi menghancurkan ketahanan finansial keluarga.
“Keluarga adalah benteng utama. Penguatan edukasi sejak dini dan kepedulian lingkungan sekitar menjadi kunci agar permasalahan adiksi dapat dideteksi sebelum merusak masa depan generasi muda,” ujar dr. Iman di hadapan ratusan kader PKK.
BNN Baddoka turut memperkenalkan inovasi rehabilitasi berbasis komunitas serta layanan inklusif bagi kelompok rentan. Pendekatan ini dirancang agar keluarga tidak berjalan sendirian saat menghadapi anggota keluarga yang terpapar ketergantungan.
Integrasi Layanan BPJS Kesehatan dan Deteksi Dini Kanker Serviks
Selain penanganan ketergantungan, konsolidasi ini menaruh perhatian besar pada proteksi kesehatan perempuan. Perwakilan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Bulukumba, Rezki Selpiaty, memaparkan mekanisme tindak lanjut skrining risiko penyakit tidak menular, prosedur pendaftaran peserta baru, hingga pembaruan data kepesertaan.
Sebagai aksi nyata di lapangan, agenda ini dirangkaikan dengan pelayanan pemeriksaan Pap smear gratis bagi peserta yang memenuhi kriteria medis guna mendeteksi dini risiko kanker leher rahim (serviks).
Secara nasional, kanker serviks tetap menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan akibat keterlambatan diagnosis. Inisiatif pemeriksaan berkala di tingkat lokal menjadi krusial untuk menekan angka mortalitas stadium lanjut.
Melalui integrasi lintas sektor ini, TP PKK Kabupaten Bulukumba menargetkan terbangunnya tatanan masyarakat yang tidak hanya tangguh secara sosial dan psikologis, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap hak atas kesehatan reproduksi yang berkelanjutan.*






