“Ketika debur ombak berbisik di pasir putih Tanjung Bira, asa tentang perempuan yang mandiri dan berdaya menemukan rumah paling syahdu.”
PENATIMES, BULUKUMBA — Di tepian bentangan pasir putih yang memantulkan cahaya rembulan, angin malam Tanjung Bira membawa serta gelora semangat baru. Kawasan wisata pesisir kebanggaan Sulawesi Selatan itu tidak hanya menyajikan panorama alam yang membuai mata, tetapi juga menjadi saksi bisu perhelatan akbar yang mempertemukan simfoni pemikiran dan keindahan estetika.
Pemerintah Kabupaten Bulukumba, di bawah kepemimpinan Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf yang didampingi Ketua TP PKK Bulukumba, Andi Herfida Muchtar, baru saja menutup rangkaian Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II Perempuan Indonesia Maju (PIM) Sulawesi Selatan pada Minggu malam (1/11/2026). Jamuan malam (gala dinner) yang hangat menjadi penutup manis atas rangkaian forum strategis tingkat provinsi tersebut.
Menyuarakan Ketukan Hati dari Pesisir Bira
Bukan sekadar perhelatan organisatoris, kehadiran ratusan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan di bumi Bulukumba menjadi sebuah momentum kultural. Mereka tidak hanya merumuskan arah kebijakan organisasi, tetapi juga larut dalam pesona lanskap maritim yang begitu memikat.
Ketua PIM Sulawesi Selatan, Ida F. Noer Haris, secara terbuka meluapkan kekagumannya terhadap keelokan alam Bira. Bagi beliau, bentangan pantai eksotis ini menyimpan daya tarik yang sanggup menandingi destinasi-destinasi kelas dunia.
“Tidak perlu jauh-jauh ke Bali, cukup di sini untuk menikmati pemandangan yang indah,” tutur Ida dengan penuh antusias di tengah jamuan malam.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa setiap hadirin yang menginjakkan kaki di pasir lembut Bira mengemban misi moral yang mulia. Mereka adalah duta-duta kultural yang siap mengibarkan panji keindahan wisata Bulukumba ke penjuru Nusantara.
Fondasi Kemandirian: Dari Bangku Sekolah hingga Panggung Dunia
Di balik gemerlap lampu perjamuan, esensi terdalam dari Rakerda ini terletak pada visi besar tentang emansipasi dan ketangguhan kaum hawa. Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf — yang akrab disapa Andi Utta — menyampaikan pandangan tajam mengenai akar dari pemberdayaan yang sejati.
Bagi sang bupati, kemandirian perempuan bukanlah sekadar jargon di atas kertas. Fondasinya harus diletakkan sejak dini, dimulai dari ruang-ruang kelas tempat para remaja putri menimba ilmu, mengasah kepercayaan diri, serta membuka lebar pintu akses terhadap teknologi modern.
“Perempuan harus memiliki kesempatan untuk bermimpi, belajar, berprestasi, bekerja, berwirausaha, dan menentukan masa depannya secara mandiri,” tegas Andi Utta di hadapan para srikandi lintas daerah tersebut.
Ia menambahkan, lingkaran keberdayaan ini tidak boleh berhenti pada kelompok perempuan yang telah mapan secara ekonomi. Jangkauannya harus merambah hingga generasi muda dan pelajar putri, agar estafet kepemimpinan dan ketahanan keluarga di masa depan berada di tangan yang kokoh.
Harmoni Kebersamaan dan Komitmen Berkelanjutan
Komitmen Pemerintah Kabupaten Bulukumba dalam merangkul kolaborasi strategis mendapat apresiasi hangat dari jajaran pengurus PIM. Pemkab Bulukumba menyatakan kesiapan penuh untuk berjalan berdampingan, merancang program-program inovatif yang terukur dan berkesinambungan bagi kemajuan perempuan.
Sebab, di mata Andi Utta, perempuan yang mandiri dan berdaya saing adalah jantung dari peradaban yang kuat. Mereka adalah arsitek utama yang melahirkan keluarga tangguh dan mendongkrak denyut nadi ekonomi kerakyatan.
Malam kian larut, namun kehangatan di bawah langit Tanjung Bira enggan lekas surut. Sebagai penutup paripurna dari rangkaian acara malam itu, Bupati Andi Utta menyumbangkan persembahan tembang istimewa bagi seluruh peserta Rakerda, meleburkan batas-batas formalitas dalam alunan melodi keakraban yang meresap hingga ke sanubari.*






