“Kala saf salat terpecah oleh desau angin pelarian, sunyi Mapolres Bulukumba menyimpan rahasia tentang dua jiwa yang memilih berlari.”
PENATIMES, BULUKUMBA — Siang itu, tatkala jarum jam menunjuk angka menjelang pukul duhur, ketenangan menyelimuti ruang-ruang dingin di Mapolres Bulukumba. Di tengah suasana hari libur yang senyap, sebuah kelengahan kecil merayap perlahan dan mengubah alur waktu menjadi tegang.
Dua jiwa yang tersandung jerat hukum—masing-masing terbelit kasus narkotika dan perlindungan perempuan serta anak (PPA)—memilih merajut asa di luar batas sel. Mereka memanfaatkan celah sempit dari keheningan lingkungan kantor yang lengang.
Detik-Detik Saf yang Terpecah
Berdasarkan rekaman mata elektronik CCTV serta kesaksian dari bilik-bilik sel sebelah, drama pelarian itu bermula tepat ketika kumandang ibadah berpadu dengan khidmatnya persiapan salat duhur berjemaah.
Pada pukul 11.58 WITA, kedua bayangan itu sempat terekam berdiri kaku di ujung saf paling belakang. Namun, langkah kaki mereka justru menjauh dari saf suci, menembus batas pintu sel, dan mengabaikan panggilan iman demi memeluk kebebasan semu.
Situasi kian mendukung tatkala pos penjagaan hanya diawasi oleh dua pasang mata. Satu personel berjaga di garda depan, sementara rekan se-tugasnya melangkah bersama personel lain menuju Masjid Namirah Polres Bulukumba untuk menunaikan salat berjemaah.
Jerit Kejut dan Perburuan Dimulai
Keheningan itu akhirnya pecah usai rangkaian ibadah usai. Suara teriakan menggema dari salah seorang penghuni sel, memecah udara siang dan menyadarkan para petugas akan bilik yang telah kosong.
Seketika itu pula, riuh kepanikan berubah menjadi gelombang perburuan. Personel kepolisian menyisir setiap sudut ruang, merayap di lorong-lorong Mapolres Bulukumba, hingga memperluas radar pencarian ke luar gerbang markas.
Kerja keras tersebut membuahkan titik terang pada Senin (2/11/2026) sekitar pukul 09.30 WITA. Berkat ketepatan informasi dan gerak cepat tim di lapangan, tahanan berlatar belakang kasus narkoba berhasil disergap kembali di kawasan Kecamatan Ujung Bulu.
Bayang-Bayang yang Belum Padam
Meski satu jiwa telah kembali ke balik jeruji, satu buron lainnya masih menyisakan jejak misteri yang harus dituntaskan.
Kasi Humas Polres Bulukumba, Iptu Rahmat Kurniawan, menyampaikan permohonan dukungan moral serta kerja sama dari seluruh elemen masyarakat. Setiap informasi sekecil apa pun kini menjadi kunci penting untuk merangkai kembali ujung pelarian yang belum usai.
Di sisi lain, sapu bersih internal pun digerakkan. Tim Propam kini tengah menyelidiki alur kronologi secara mendalam guna menguliti faktor-faktor kelengahan yang memberi celah bagi pelarian ini.
Evaluasi besar dipersiapkan sebagai cermin perbaikan ke depan. Kendati demikian, prioritas utama saat ini tetap tertuju pada satu titik: menutup ruang gerak sang buron hingga ia kembali ke pangkuan hukum.*






