RAGAM  

Bulukumba Jajal Teknologi Drainase Jepang Atasi Banjir

Avatar photo
Foto: Unit High-Powered Suction Vehicle Yamaguchi Wrecker membersihkan saluran drainase dalam proyek percontohan mitigasi banjir di Bulukumba/Penatimes/

“Di bawah langit Bulukumba, deru mesin modern asal Jepang merajut asa menyeka genangan air.”

PENATIMES, BULUKUMBA — Langit Bulukumba menyaksikan sebuah ikhtiar baru tatkala deru mesin berteknologi tinggi membelah keheningan kota, Senin (2/11).

Bukan sekadar demonstrasi biasa, kehadiran inovasi pembersih saluran asal Jepang ini menjanjikan sebuah babak baru dalam merawat denyut kehidupan perkotaan dari ancaman lumpur dan endapan masa lalu.

Berlangsung hingga Selasa (3/11), rangkaian uji coba ini menjadikan Bulukumba sebagai persinggahan kedua setelah Kota Makassar.

Langkah ini menandai keseriusan pemerintah daerah dalam mencari solusi mutakhir demi menjaga kebersihan lingkungan dan mengalirkan air menuju muara tanpa hambatan.

Dua Kuda Besi Penjaga Aliran

Di hadapan para pemangku kebijakan, dua unit kendaraan khusus besutan Yamaguchi Wrecker Co., Ltd. memamerkan taringnya di sejumlah titik strategis Kota Bulukumba.

Baca Juga:  Udara Bulukumba Tercemar Mikroplastik, Jumlah Partikel Naik 5 Kali Lipat

Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, bersama Sekretaris Daerah Muh. Ali Saleng dan Wakil Ketua DPRD Bulukumba, Syahruni Haris, hadir langsung menyaksikan ketangkasan kedua mesin tersebut.

Konsultan Kanematsu Engineering Co., Ltd., Takashi Harada, memaparkan bahwa kedua kendaraan berkapasitas 2,5 meter kubik ini memiliki jiwa dan tugas yang saling melengkapi.

Satu unit bertindak sebagai penelan lumpur dan sampah endapan, sementara saudaranya menyemburkan air bertekanan dahsyat untuk merontokkan kotoran membandel di dinding saluran.

“Teknologi ini membebaskan pemerintah dari keterbatasan tenaga manual, menghadirkan efisiensi dalam setiap jengkal pemeliharaan,” tutur Takashi di sela-sela demonstrasi.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pilihan kapasitas masih dapat berkembang. Unit yang hadir di Bulukumba baru mencakup skala kecil, sementara raksasa terbesarnya mampu menampung hingga 10 meter kubik.

Baca Juga:  Tundukkan SMAN 11, SMAN 5 Bulukumba Sabet Gelar Juara LPI 2026

Mata Air Kebijakan dan Mitigasi Bencana

Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf menyambut hangat kehadiran teknologi tersebut sebagai jendela wawasan bagi jajarannya.

Bagi sang kepala daerah, inovasi ini bukan sekadar barang pameran, melainkan referensi berharga untuk merumuskan masa depan infrastruktur yang lebih tangguh.

“Kita ingin penanganan infrastruktur drainase berjalan efektif, menyentuh akar permasalahan sebelum air hujan menjelma menjadi genangan yang meresahkan warga,” ungkap Bupati yang akrab disapa Andi Utta itu.

Nada serupa diutarakan Wakil Ketua DPRD Bulukumba, Syahruni Haris. Ia menegaskan bahwa menjaga kelancaran saluran air adalah bagian dari ikhtiar merawat bumi tempat tinggal bersama.

Kehadiran mesin penyedot dan penyemprot bertekanan tinggi ini dinilai sangat sejalan dengan cita-cita besar mewujudkan Kota Bulukumba yang bersih, asri, dan bebas dari ancaman banjir musiman.

Baca Juga:  Bulukumba Masuk Daerah Udara Terburuk, Satlantas Bagi Masker

Buah Kolaborasi Lintas Batas

Inovasi yang singgah di Bumi Panrannuangku ini bukanlah kebetulan tunggal. Ia lahir dari rahim kerja sama City-to-City antara Kota Makassar dan Kota Yokohama, Jepang.

Proyek ambisius bertajuk Kota Nol Karbon tersebut berfokus pada sektor transportasi dan energi, serta mendapat dukungan penuh dari Japan International Cooperation Agency (JICA).

Bagi Pemerintah Kabupaten Bulukumba, pengalaman ini membuka cakrawala baru tentang bagaimana teknologi moderen dapat berpadu dengan kebijakan publik yang berwawasan lingkungan.

Sebab, di balik setiap saluran air yang bersih, tersimpan ketulusan merawat kehidupan agar senantiasa mengalir tenang menuju masa depan.*