PENATIMES, BULUKUMBA — Kepolisian Resor (Polres) Bulukumba menggelar kegiatan bimbingan rohani dan mental (Binrohtal) yang dirangkaikan dengan dzikir serta shalawat bersama bagi para tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Mapolres Bulukumba, Kamis, 8 Oktober 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari penerapan pembinaan berbasis pendekatan humanis dalam penanganan hukum di tingkat kepolisian resort.
Pendekatan spiritual di lingkungan tempat tahanan sejalan dengan mandat Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 4 Tahun 2015 tentang Perawatan Tahanan di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang mewajibkan pemenuhan hak mental dan rohani bagi warga binaan sementara.
Dorong Transformasi Diri dan Refleksi Tahanan
Kaur Bin Ops (KBO) Satuan Binmas Polres Bulukumba, Ipda Nuryanto Nur, hadir mengisi pencerahan rohani sekaligus memberikan motivasi langsung kepada seluruh tahanan yang berada di dalam ruang tahanan.
Ipda Nuryanto Nur menegaskan bahwa penahanan dalam konteks penyidikan pidana hendaknya dijadikan wahana evaluasi diri, bukan penanda berakhirnya masa depan seseorang.
“Penjara bukan sekadar hukuman, tetapi bisa menjadi ruang untuk belajar, introspeksi, dan mempersiapkan diri menjadi insan yang lebih baik,” kata Ipda Nuryanto Nur di hadapan para tahanan.
Ia menambahkan bahwa masa menjalani proses hukum merupakan awal pembaharuan ikhtiar spiritual untuk menjadi pribadi yang berintegritas ketika kembali ke lingkungan masyarakat kelak.
“Bangkitlah, ini adalah sebuah permulaan yang baru. Apa yang sedang dijalani hari ini bukan penentu masa depan. Teruslah berubah dan berusaha menjadi lebih baik,” ujarnya.
Penguatan Mental Selama Masa Penyidikan
Selama proses peradilan pidana berlangsung, tekanan psikologis rentan dialami oleh para tersangka yang ditempatkan di rutan kepolisian. Kegiatan Binrohtal dirancang untuk menjaga kestabilan psikologis dan spiritual tahanan agar tetap kooperatif menjalani proses hukum.
“Orang yang ada di sini adalah orang-orang yang kuat. Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Setiap langkah yang kita jalani adalah sebuah proses yang telah diukur oleh Allah SWT, karena Allah tidak akan membebani hamba-Nya di luar kemampuannya,” tutur Nuryanto.
Polres Bulukumba mengonfirmasi akan menjadikan program bimbingan rohani ini sebagai kegiatan rutin Satuan Binmas untuk memastikan pembinaan tahanan tetap mengedepankan prinsip-prinsip hak asasi manusia dan nilai keagamaan.*






