PENATIMES, BULUKUMBA — Pemerintah Kabupaten Bulukumba menargetkan peningkatan partisipasi UMKM dan kunjungan wisatawan dalam penyelenggaraan Festival Pinisi XVI yang dijadwalkan berlangsung pada 15–17 Oktober 2026.
Agenda tahunan yang terdaftar dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata ini dipusatkan di beberapa titik, termasuk Pantai Merpati, Desa Bira, dan Desa Tambangan. Penetapan Seni Pembuatan Perahu Pinisi sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO pada 2017 menjadi landasan penguatan narasi budaya berbasis nilai ekonomi pesisir dalam ajang tersebut.
Atraksi Bahari dan Ritual Adat Annyorong Lopi
Rangkaian acara diawali pada Kamis (15/10/2026) melalui ritual adat Andingingi di Desa Tambangan, Kecamatan Kajang, pukul 09.00 WITA. Pada hari yang sama, kawasan Pantai Merpati menjadi lokasi Katinting Race Kelas Open, Expo UMKM dan Dekranasda, serta pertunjukan Tari Massal “Spirit of Pinisi” pada malam hari, setelah pelaksanaan Karnaval Budaya di Lapangan Pemuda.
Prosesi Annyorong Lopi atau tradisi mendorong kapal ke laut akan dilaksanakan di Pantai Panrang Luhu, Desa Bira, pada Jumat (16/10/2026) pukul 15.00 WITA. Kegiatan hari kedua juga diisi dengan senam bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, dan aksi bersih pantai sejak pagi hari.
Atraksi Puncak dan Penutupan di Kolam Labuh
Puncak agenda pada Sabtu (17/10/2026) menampilkan Lomba Perahu Hias di Pantai Merpati pukul 10.00 WITA. Rangkaian Festival Pinisi XVI resmi ditutup dengan parade perahu Pinisi Sailing di Kolam Labuh Bulukumba serta pesta kuliner Mukbang Ikan di Pantai Merpati.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bulukumba, Hamrina A. Muri, menjelaskan bahwa pengemasan festival tahun ini sengaja melibatkan ekosistem pelaku ekonomi kreatif, seniman, hingga komunitas pesisir secara langsung.
“Festival Pinisi diharapkan bisa mendorong pengembangan pariwisata dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Harapan kita, semakin banyak orang datang ke Bulukumba, semakin banyak yang mengenal budaya kita, dan semakin banyak pula masyarakat yang mendapatkan manfaat ekonomi dari kegiatan ini,” ujar Hamrina.*






