PENATIMES, SOLO — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meraih Juara I kategori Teknologi & Digital PR Program dalam ajang Public Relations Excellence Awards (PREA) 2026 yang digelar PERHUMAS Indonesia di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (17/10/2026).
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Konvensi Humas Indonesia (KHI) 2026 atas keberhasilan program bertajuk “Kantor Digital BAZNAS RI: Dari Ruang Informasi Menjadi Ruang Kepercayaan”. BAZNAS meraih nilai tertinggi setelah menyisihkan 79 peserta serta mengungguli empat finalis lain di tahap akhir, yakni Sinar Mas Land, IPB University, Fakultas Peternakan UGM, dan PT Elnusa Tbk.
Sekretaris Utama BAZNAS RI H. Subhan Cholid, Lc., MA., menerima piala penghargaan tersebut dengan didampingi Kepala Biro Media dan Komunikasi Publik Ndari Rumi Widyawati, M.A.P., serta Kepala Bagian Humas BAZNAS RI Yudhiarma MK, M.Si.
Subhan menyatakan bahwa transformasi digital yang dilakukan BAZNAS bertujuan untuk memperkuat transparansi serta akuntabilitas pengelolaan zakat secara nasional, yang kini terintegrasi hingga tingkat kabupaten dan kota.
“BAZNAS dalam memberikan dan melakukan tata kelola zakat terus meningkatkan kualitasnya agar pengelolaan zakat semakin akuntabel dan transparan. BAZNAS di dalam melakukan kegiatan ini telah terintegrasi dari tingkat pusat hingga daerah,” kata Subhan di Solo, Sabtu (17/10/2026).
Strategi Digitalisasi dan Penguatan Kepercayaan Publik
Integrasi teknologi dalam kehumasan BAZNAS menjadi kunci dalam menjangkau muzaki dan mustahik di era transaksi non-tunai. Berdasarkan data industri perzakatan nasional, transaksi pembayaran zakat melalui platform digital terus mengalami kenaikan signifikan dalam tiga tahun terakhir seiring bergeser dan meningkatnya preferensi masyarakat terhadap kanal daring.
Subhan mengapresiasi kinerja jajaran Biro Media dan Komunikasi Publik (BMKP) BAZNAS RI atas capaian kompetisi kehumasan tingkat nasional pertama yang diraih unit kerja tersebut.
“Secara khusus, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada tim humas yang terus berusaha keras meningkatkan layanan kehumasan sehingga BAZNAS dikenal oleh masyarakat dengan layanan yang akuntabel dan transparan,” tutur Subhan.
Ia menambahkan, pencapaian di ajang PREA 2026 akan dijadikan sebagai tolok ukur operasional untuk meningkatkan mutu pelayanan publik BAZNAS ke depan.
“Mudah-mudahan, penghargaan ini menjadi cambuk dan vitamin bagi BAZNAS untuk terus meningkatkan kualitas layanan,” ujarnya.
Proses Penjurian PREA 2026
Tahap penilaian kategori Teknologi & Digital PR Program dalam PREA 2026 melibatkan dewan juri independen yang terdiri atas Dr. Dian Agustine Nuriman, Yoris Sebastian, Steve Saerang, dan Dr. Nurlaela Arif. Penilaian berfokus pada efektivitas komunikasi digital, dampak program terhadap pemangku kepentingan, serta inovasi teknologi yang diterapkan organisasi.*






