Perkuat Mitigasi Karhutla, 36 Anggota Baru Saka Wanabakti Makassar Resmi Dikukuhkan di Tabo-tabo

Avatar photo
Foto: Anggota baru Saka Wanabakti Makassar mengikuti simulasi praktik pencegahan kebakaran hutan saat pengukuhan di KHDTK Tabo-tabo Pangkep/kehutanan.go.id/

PENATIMES, PANGKEP — Sebanyak 36 anggota baru Saka Wanabakti Cabang Kota Makassar Angkatan XIX resmi dikukuhkan di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Tabo-tabo, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (26/9/2026). Pengukuhan ini menandai rampungnya rangkaian Penerimaan Anggota Baru (PAB) yang berfokus pada pembekalan keterampilan taktis kehutanan dan mitigasi bencana lingkungan.

KHDTK Tabo-tabo yang memiliki luas lebih dari 1.500 hektar secara historis berfungsi sebagai area laboratorium lapangan dan pusat pendidikan konservasi sumber daya alam di Sulawesi Selatan.

Simulasi Taktis Pencegahan Karhutla dan Praktik Krida

Sebelum prosesi pengukuhan, seluruh peserta mengikuti pembinaan intensif selama tiga hari, 25–27 September 2026. Pembekalan mencakup orientasi lapangan, dinamika kelompok, serta simulasi praktik empat krida utama Saka Wanabakti: Bina Wana, Tata Wana, Guna Wana, dan Reksa Wana.

Baca Juga:  Ambang Batas Air Gambut Terlewati, BPGMN Siapkan Intervensi Cepat Cegah Karhutla

Fokus utama materi lapangan terletak pada simulasi patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Latihan ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktis dalam merespons potensi ancaman kerusakan ekosistem secara langsung di areal hutan.

Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan unsur Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Nasional, pamong, instruktur, serta unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Kehutanan di wilayah Sulawesi Selatan.

Baca Juga:  Ambang Batas Air Gambut Terlewati, BPGMN Siapkan Intervensi Cepat Cegah Karhutla

Komitmen Pembinaan Generasi Muda Kehutanan

Sekretaris Umum Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Nasional, Luckmi Purwandari, menegaskan bahwa fase pengukuhan merupakan tahap awal dari proses edukasi berkelanjutan bagi para kader muda.

“Pengukuhan ini bukan menjadi akhir, tetapi menjadi awal bagi anggota baru untuk terus belajar, berproses, dan mengambil peran dalam kegiatan Saka Wanabakti. Pengalaman yang diperoleh selama orientasi diharapkan menjadi bekal untuk kegiatan-kegiatan berikutnya,” kata Luckmi.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pimpinan Saka Wanabakti Cabang Kota Makassar, Mustari Tepu, menjelaskan bahwa orientasi lapangan bertujuan membentuk kedisiplinan dan kesiapan operasional anggota di organisasi.

Baca Juga:  Ambang Batas Air Gambut Terlewati, BPGMN Siapkan Intervensi Cepat Cegah Karhutla

“Melalui kegiatan ini, anggota baru tidak hanya mengikuti proses pengukuhan, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung melalui praktik krida, kegiatan lapangan, dan pembelajaran bersama. Kami berharap pengalaman tersebut dapat membangun semangat, kedisiplinan, dan kepedulian anggota untuk terus aktif,” ujar Mustari.

Sinergi pembinaan ke depan akan terus dilanjutkan melalui kolaborasi antara Pimpinan Saka Wanabakti, Kwartir Gerakan Pramuka, UPT Kementerian Kehutanan, serta instruktur lapangan guna mendukung kelestarian kawasan hutan di Sulawesi Selatan.**