PENATIMES, KENDARI — Harga komoditi kakao di tingkat petani kawasan Kendari, Sulawesi Tenggara, tercatat berada di posisi Rp55.000 per kilogram per 13 Oktober 2026 tanpa mengalami koreksi.
Data Sistem Informasi Harga Komoditi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menunjukkan nilai jual biji kakao di daerah tersebut bertahan konsisten dibandingkan periode pemantauan sebelumnya.
Dampak Stabilitas Harga Kakao terhadap Petani Lokal
Tingkat harga yang stabil di level produsen memberikan kepastian nilai transaksi bagi para pekebun lokal di tengah fluktuasi pasar komoditas perkebunan, baik domestik maupun internasional.
Kakao merupakan salah satu komoditas unggulan berorientasi ekspor yang menjadi penopang utama perekonomian masyarakat di Sulawesi Tenggara. Stabilitas harga di tingkat pertama rantai pasok dinilai menentukan keberlanjutan produksi dan tingkat pendapatan petani.
Dengan tingkat harga yang terjaga di angka Rp55.000 per kilogram, para petani di Kendari memperoleh ruang untuk mengelola siklus panen serta menjaga standar kualitas mutu biji kakao secara konsisten.
Pemantauan Pasar Komoditas Berbasis Portal Bappebti
Bappebti mengoperasikan pemantauan harga secara berkala melalui portal resmi Info Harga Komoditi Petani. Sistem pencatatan ini dirancang untuk menyajikan data pergerakan harga pasar secara akurat dan terintegrasi di seluruh wilayah Indonesia.
Transparansi data harga komoditas bertujuan untuk menekan ketiadaan simetri informasi antara petani dan pelaku usaha di rantai perdagangan. Melalui akses informasi harga yang tepercaya, para pelaku usaha tani dapat mengoptimalkan keputusan transaksi penjualan hasil panen mereka secara rasional.*






