Pasar Global Tertekan, Harga Timah Anjlok Saat Logam Mulia Masih Perkasa

Avatar photo
Foto Ilustrasi: Gemini Generated Image/Grafik pergerakan harga komoditas global termasuk emas, minyak mentah, dan timah di pasar berjangka/

PENATIMES, JAKARTA — Pergerakan harga komoditas global mencatatkan volatilitas signifikan di berbagai sektor perdagangan, ditandai dengan koreksi tajam pada logam industri seperti timah di saat instrumen logam mulia dan energi gas justru mengalami penguatan.

Berdasarkan pencatatan instrumen finansial over-the-counter (OTC) dan contract for difference (CFD) per penutupan pasar terbaru, kenaikan biaya energi serta penyesuaian proyeksi suku bunga acuan global terus memengaruhi pergerakan arus modal pada pasar bahan baku dasar.

Koreksi Logam Industri dan Penguatan Logam Mulia

Sektor logam industri mencatatkan penurunan terbesarnya pada komoditas timah. Harga timah terkoreksi sebesar 2,71 persen menjadi USD 51.767 per ton. Pelemahan terbatas juga terjadi pada komoditas tembaga dan nikel yang masing-masing bergerak konsolidatif dengan penurunan di bawah 1 persen.

Baca Juga:  Naik Lagi? Cek Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini Pasca PPh 0,25 Persen

Di sisi lain, komoditas logam mulia bertahan sebagai aset lindung nilai. Harga emas spot tercatat menguat 0,85 persen ke posisi USD 4.140,28 per troy ons. Tren kenaikan ini diikuti perak yang naik 0,81 persen menjadi USD 56,048 per troy ons, serta platina yang menguat 0,35 persen ke level USD 1.620,30 per troy ons. Sementara itu, palladium naik 1,00 persen menjadi USD 1.107,50 per troy ons.

Baca Juga:  KP2MI Buka Pendaftaran Pelatihan Kerja Luar Negeri Batch 2

Dinamika Sektor Energi dan Hasil Perkebunan

Pasar energi bergerak dengan kecenderungan berbeda antar-instrumen. Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) melemah 0,83 persen ke level USD 94,298 per barel, sementara jenis Brent terkoreksi 1,11 persen ke posisi USD 104,888 per barel. Sebaliknya, harga gas alam mencatatkan lonjakan 2,17 persen menjadi USD 3,267 per MMBtu dan propana naik 2,36 persen. Komoditas batubara relatif bertahan stabil di level USD 150,35 per ton.

Baca Juga:  BAZNAS Ubah Strategi Penghimpunan ZIS Berbasis Data Donatur

Pada komoditas pertanian dan perkebunan, harga kopi memimpin penguatan sebesar 1,38 persen ke level 296,75 sen AS per pon. Minyak kelapa sawit (CPO) turut menguat tipis 0,38 persen menjadi MYR 4.700 per ton. Namun, komoditas kayu dan karet alam masing-masing mengalami penurunan harga sebesar 2,47 persen dan 2,22 persen.

Penyedia data pasar Trading Economics mengonfirmasi bahwa pergerakan harga yang tercantum merupakan harga referensi indikatif berdasarkan instrumen OTC dan CFD, serta dapat berubah sewaktu-waktu dinamika transaksi pasar berlangsung.*