“Di bawah naungan langit Gantarang, pelayanan publik melepaskan kaku birokrasi, menyentuh hangat denyut kehidupan warga dan ternaknya.”
PENATIMES, BULUKUMBA – Angin segar berembus melintasi Lapangan H. Andi Abd Jabbar, Desa Bontomacinna, Kecamatan Gantarang. Selama dua hari, Rabu hingga Kamis (21–22 Oktober 2026), kerumunan warga tak sekadar memadati barisan tenda administrasi, melainkan juga membawa asa bagi denyut penghidupan mereka: hewan ternak dan peliharaan kesayangan.
Pemerintah Kabupaten Bulukumba kembali merajut kedekatan dengan warganya melalui Jambore Pelayanan Publik Bulukumba. Namun, ajang kali ini menggoreskan warna yang berbeda dari sekadar pengurusan dokumen kependudukan.
Sentuhan Medis untuk Otot Perekonomian Desa
Di sudut lapangan, riuh suara sapi dan kambing bersahut-sahutan dengan langkah para pemiliknya. Pemkab Bulukumba melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menerjunkan tim medis veteriner untuk memberikan layanan kesehatan hewan serta inseminasi buatan secara cuma-cuma.
Langkah ini menjadi oase bagi para peternak lokal. Kehadiran petugas medis di lapangan menghapus jarak dan melipat bentang jalan yang selama ini harus ditempuh warga demi mendapatkan akses penanganan veteriner.
Berbagai tindakan medis disiagakan, mulai dari pengobatan penyakit, penyuntikan vitamin penambah daya tahan, pemberian obat cacing, pemeriksaan kebuntingan, hingga perawatan intensif bagi pedet—anak sapi yang menjadi tumpuan harapan masa depan peternak.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bulukumba, Andi Trismiati, menegaskan bahwa kesehatan hewan adalah pondasi utama ketahanan ekonomi masyarakat pedesaan.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memanfaatkan layanan kesehatan hewan secara langsung. Kami berharap pelayanan ini membantu menjaga kesehatan ternak dan mendukung peningkatan produktivitas peternakan masyarakat,” tutur Andi Trismiati di sela-sela kegiatan.
Kehangatan untuk Anabul: Pelukan Aman Bebas Rabies
Tak hanya hewan penopang ekonomi keluarga yang disapa. Pesta pelayanan ini merangkul dimensi emosional warga dengan menghadirkan layanan vaksinasi rabies gratis bagi kucing peliharaan.
Para pecinta anabul (anak bulu) tampak antusias mendatangi lokasi, membawa hewan kesayangan mereka dalam keranjang. Langkah preventif ini menjadi benteng pertahanan Pemkab Bulukumba dalam memutus rantai penularan rabies sekaligus menjaga ruang hidup yang aman dan harmonis antara manusia dan peliharaannya.
Kemunculan layanan veteriner di tengah helatan birokrasi ini membuktikan transformasi pelayanan publik di Bulukumba. Birokrasi tidak lagi tampil kaku di balik meja kerja, melainkan hadir secara utuh, adaptif, dan menyentuh kebutuhan paling mendasar di akar rumput.
Jambore di Kecamatan Gantarang ini pun menegaskan komitmen penataan pelayanan terpadu lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD)—sebuah ikhtiar nyata untuk merajut kemudahan, kehangatan, dan kesejahteraan yang makin dekat dalam jangkauan warga.*






